03 Desember, 2012

Kau Tetap Tampan

Kau tetap tampan bukan karena ototmu yang kekar

Kau tetap tampan bukan karena motormu yang kece

Kau tetap tampan bukan karena wajahmu yang menawan

Kau tetap tampan bukan karena uangmu yang banyak

Kau tetap tampan walau aroma keringatmu bercucuran

Kau tetap tampan walau pakaianmu lusuh tak beraturan

Kau tetap tampan walau badanmu kering kerontang

Kau tetap tampan walau dahimu berkerut beraturan

Kau tetap tampan karena pandanganmu yang tertundukan

Kau tetap tampan karena ramah dan hormatmu pada orang

Kau tetap tampan karena tiap azan berkumandang, sholat kau lakukan

Kau tetap tampan karena kau menundukan bahumu tiap kau berbicara dengan anak-anak.


Kau Tetap Tampan dimantaku ^_^
Yunita Jasmine

23 November, 2012

Selalu Ada Harapan Dalam Setiap Doa






Wisuda Sarjana Psikologi



Pemerhati Anak




Sedari dulu saya selalu bermimpi ingin menjadi ibu yang hebat dengan mempunyai anak-anak yang cerdas dari lakii-lakii yang hebat pula. ^_^


Alhamdulillah hampir 80% dari mimpi-mimpi besar saya, yang saya tuliskan di ijabah oleh Allah.  Terimakasih ya Allah.

Jika membuka deary-deary 8 tahun – 10 tahun silam, rasanya saya ingin menangis dipojokan, betapa Allah sudah sangat baik pada saya, namun apa balasan saya, saya masih menjadi hamba yang lalai, yang malas, yang lebih banyak memikirkan dunia, semoga kebaikan Allah dapat menjadi bahan renungan dan syukur saya setiap saat. Aamiin.

Subhanallah wal Hamdulillah, wa Laillahaillah Allahu’akbar

Merinding saya membaca kalimat-kalimat itu jika memikirkan kebaikan Allah yang Maha Agung pada saya dengan segala macam keluhan yang masih saja saya lakukan, ohh no,,, afwaniii ya Allah.

Banyak sekali mimpi-mimpi besar saya, yang terbiasa saya tuliskan dengan rencana jangka pendek dan rencana jangka panjang sedari kecil terkabulkan dengan sangat lebih indah walaupun memang ada banyak coretan dan penghapus Allah yang berperan.

Ketika saya menuliskan dalam deary ingin mendapat rangking 1 di SMP 

Ketika saya menuliskan dalam deary ingin masuk pesantren

Ketika saya menuliskan dalam deary tidak ingin pacaran

Ketika saya menuliskan dalam deary kuliah di psikologi

Ketika saya menuliskan dalam deary ingin sarjana

Ketika saya menuliskan dalam deary ingin jadi psikolog anak

Ketika saya menuliskan dalam deary ingin........................ (ini hanya beberapa cuplikan, banyak sekali nikmat lain, Allahu Akbar)

Dan Alhamdulillah wa syukurillah hampir 80% dari mimpi-mimpi besar saya yang dahulu saya tuliskan baik hal-hal yang besar maupun hal-hal yang kecil terijabah dengan indah dengan lika-liku skenario-Nya yang super Wowww.

Dan sekarang, saya berfikir keras, saya menutar otak, saya membuat konsep untuk masa depan anak-anak saya agar kelak pendidikan dan penghidupannya terjamin,

Rasanya saya tidak mungkin akan terus menerus menjadi wanita pekerja yang pergi pagi pulang sore, saya harus memutar otak agar nanti saya bisa terus merawat anak saya fulltime tanpa terbebani pekerjaan yang jika saya hanya menjadi guru apakah anak-anak saya terjamin dapat mengenyam pendidikan yang layak, ohhh sejauh inikah my’idea.

SDIT termurah saat ini uang gedungnya sekitar 10 jutaan dengan biaya perbulan sekitar 500 ribuan, sedangakan gaji guru palingg minim 2 juta, saya tidak kebayang jika saya harus mengajari anak orang dengan pendidikan dan sarana yang baik namun anak saya tidak memperoleh, mungkin betapa sedih dan bersalahnya saya.

Oleh karena itu, saya rasa itu semua butuh proses, saya harus mempersiapkan semua ini dari sekarang, saya mencoba membuat konsep berniaga dengan bermacam-macam alternatif apa yang kira-kira mudah terjual di pasaran dan dapat mengasilkan uang saku, semacam berwirausaha, selalu konsep..konsep..konsep yang saya buat, hanya beberapa action yang baru berani saya jalankan, ahh dasar saya... 

Yang pasti saya harus menjadi wanita yang kreatif mulai detik ini, ya mulai detik ini, tidak perlu menunggu nanti-nanti, saya harus berani, tidak boleh malu atau lelah, saya harus optimis, yang terpenting saya harus hebat agar mimpi-mimpi besar saya yang di atas di ijabah sesuai dengan kebutuhan saya. Aamiin.


Salam Super

Yunita Jasmine

20 November, 2012

Cintaku Berkabut


Aku merasa, aku selalu salah memilih orang yang aku cintai, entah mengapa. Walaupun cinta itu belum pernah aku ungkapkan pada beberapa sang pencinta namun tetap saja aku merasa menyesal pernah jatuh cinta.

Entah apa yang aku butuhkan dari cinta, yang pasti aku belum pernah benar-benar yakin akan cinta. Apa cobaa..

Cinta yang terkadang membuat hidup ini menjadi berwarna, membuat hari-hari menjadi ceria, membuat senyum menjadi merona, dan membuat hati menjadi berharga, apa itu saja yang saya butuh kan dari cinta? Hah???

Cinta..Cinta..Cinta.. ohh Cinta..Cintaa Gilaa... *nyanyi Noorman

Jujur saja, saya hanya membutuhkan cinta yang halal, karna saya merasakan sekali walaupun cinta itu membahagiakan namun tetap saja membuat hati tidak tenang jika yang dilakukan khawatirnya mendekati zina, makanya lebih baik saya diam.

Allah di umur ke 22 tahun ini, saya mengajukan proposal Cinta kepada-Mu dan biarkan Engkau yang menyediakan penghapusnya, dengan Cinta-Mu padaku, aku yakin Cinta-Mu akan membuatku bahagia.


Dicarii Cintaku dunia akhirat secepatnya

04 November, 2012

Syndrom kekhawatiran masa dewasa awal mulai melanda...

Susah banged untuk mengawali tulisan ini. Cumpah, Cius.

Mencinta = Mencintai 

To the poin ajalah !!!!!!

OMG, ga kerasa sudah bulan November, berarti sebentar lagii... sebentar lagii apa coba,
Hadeeehhh. 

5 bulan yang lalu tepatnya tanggal 30 juni 2012, pas hari ulang tahun akyu, akyu bikin ancang-ancang targetan, semacam Rencana Jangka Pendek dan Rencana Jangka Panjang Satu tahun ke depan. Baru keingetan kalo ada salah satu Rencana Jangka Pendek di bulan Desember, tepatnya pas umur akyu genap 22 tahun 6 bulan yaitu mulai membuat proposal ta’arufan. Jeder..jeder...jeder... pas inget ini rasanya kaya denger Geledeggg segede gaban, OMG. Kenapa aku membuat rencana ituu yaa, mikirrrrrr???!!!

Terus kalo sudah buat, harus dikasiin kesiapaaa? 

Kasih Murrobiyah aku, rasanya aku masih malu, kasih guru yang aku percayain, malu juga, kasih kucing aja kali yaa, 

Terus... Terus.. Terus... setelah ituu...??? banyak bangeddd di otak yang terngiang-ngiang ga karuan...

Sumpah, dalam hati, dari dulu, aku ingin sekali menikah muda, punya keluarga kecil yang hangat, yang islami, yang berpotensi menebarkan kebaikan-kebaikan kepada sesama.

Tapiiiiiiiiiiii.....

Sampe sekarang belum ngerasa ada sang ayahanda yang ngeklik di hati, apa nanti setelah membuat proposal ta’arufan, sang calon ayahanda akan nongol, Wallau’alam. Semua rahasianya Allah. Mantra Semoga yang selalu aku selipkan dalam doa...

Syndrom kekhawatiran masa dewasa awal mulai melanda...

Cumpah, saya takut banged sebenernya menghadapi tugas-tugas dewasa awal:

Tugas menyelesaikan study saya, S1, alhamdulillah sudah terlewati, dan bagaimana agar saya bisa meneruskan S2 saya dengan biaya sendiri.

Tugas kemandirian seperti saya yang harus berjuang menafkahi diri saya dan membantu orang tua lewat bekerja, alhamdulillah sudah terjalani dengan baik.

Tugas di lingkungan, dimana saya harus bisa mengakplikasikan ilmu yang saya miliki,

Tugas memikirkan, mendoakan, mencari, memilih, memutuskan, dan menerima calon imam saya.... ?????

Tugas memikirkan anak-anak saya kelak, Insya Allah kalo perempuan salah satu namanya Najma Jasmine, hehe,. Mimpi aja dulu

Tugas berumah tangga...

Tugas menjadikan rumah tangga yang sakinah ma wadah dan wa rohmah,,

Ya Salam, banyak bangedddd ya tugas-tugas di masa dewasa awal ini yang bener-bener baru bagii saya... 

Sudahlahhh sekarang ngeteh dulu ajaaaaa.... jiaaaa lariii dari obrolan...



31 Oktober, 2012

Oktober Kelabu


“Allah tidak akan memberikan ujian kepada hambanya, melainkan Allah tahu bahwa hambanya mampu menghadapinya”

Kayanya kutipan kalimat di atas yang menjadikan aku tegar, menghadapi Oktober Kelabu ini. Bulan Oktober 2012 ini benar-benar banyak menghabiskan air mata. Namun banyak hikmah yang bisa di petik, yaitu aku menjadi semakin dekat dengan Robbku di balik semua kepasrahan dan penyerahan diri pada titik terendah, aku merasa dari titik itulah aku diberikan ketegaran yang berlipat ganda.

Berawal dari hari Selasa, 2 Oktober 2012

Awal oktober itu, saya dikejudkan dengan kabar ayah ada dirumah sakit, kena serangan jantung. Saya yang ketika itu sedang disekolah, sedang mengajar, mendadak kaget, sedih, dan takut, belum pernah sebelumnya ayah ada riwayat jantung. Saya yang langsung izin pulang, dengan ngebut mengendarai motor menuju rumah, ternyata bunda sedang nangis, saya berusaha tegar, jika bunda nangis saya juga nangis apa jadinya. 




UGD
Saya langsung ke RS dengan bunda, di UGD ada ayah yang sedang terengah-engah nafasnya menahan sakit, seketika kaki saya lemas tak kuat berdiri, saya hanya bisa bershalawat di bawah kasur UGD ayah sambil terus berdoa.

Ayah yang Hebat, itulah ayahku. Ketika dokter berkata-kata yang menyeramkan tentang ayah, yang membuat bunda terlihat sangat sedih, aku melihat ayah kuat, dengan Enzim sekitar ±1700 yang menurut dokter serangan jantung akut, ternyata ayah bisa melewati itu semua dengan senyumnya yang tangguh, ayah hanya dirawat 5 hari. Alhamdulillah.

Bunda yang ketika itu masih diambang sedih karena dokter berkata ayah harus di Kateterisasi biaya administrasi yang jumlahnya sekitar 75-150 juta, Allah benar-benar menguji hambanya, sesuai dengan kemampuannya. Ketika kami pasrah sepasrah-pasrahnya pertolongan Allah datang, PLN tempat ayah bekerja bersedia menanggung semua biaya. Ayah di pasang 3 ring dijantungnya dan 1 baloon.

Pada tanggal itu juga, 2 Oktober, sore-sore saya mendapat kabar dari keluarga di bandung kalo nenek masuk rumah sakit, nenek dirawat. Saya merasakan semua merasa sedih namun dari sana saya merasa kami menjadi sangat dekat, saya dengan bunda, saya dengan adik-adik, saya dengan ayah. Terselip kebahagiaan.

Pengalaman naik ambulan pulang pergi depok-bekasi dengan kecepatan tinggi dan suara nyaringnya ambulan, semoga menjadi pengalaman pertama dan terakhir saja untuk saya. Aamiin.

Pertangahan bulan, dimana ada kelabilan saya yang ingin resain dari pekerjaan. Tak sanggup saya menceritakannya, semoga keputusan ini yang terbaik, saya tetap bertahan disana. aamiin

Ditutup tanggal 30 Oktober 2012

Pagiiiii itu jam 06.35 hp saya berdering, ada suara tante yang sedang menangis, “nenek meninggal”. Bunda yang langsung menangis, ayah yang langsung menyiapkan mobil untuk ke Bandung, adik yang sedang rapi-rapi untuk berangkat kerja, saya yang sedang merapihkan kamar. Berita ini menjadi ujung Oktober Kelabu. Nenek tercinta, sakit rasanya jika mengingat memory-memory tentang aku dengan nenek, saya hanya bisa pasrah, berserah diri, berdoa, dan mohon kekuatan untuk keluarga saya pada Allah SWT.

Banyakkk sekali hikmah yang bisa diambil di bulan Oktober ini. saya hanya bisa menyelipkan kata "Semoga, Semoga, Semoga". Semoga Allah memberikan yang terbaik.