30 Juni, 2013

Surat Kecil Untuk Jodohku 6



Harii ini spesial aku tulis “Surat Kecil Untuk Jodohku 6” yang bertepatan dengan hari ulang tahun aku yang ke 23 tahun, semoga Allah memberkahi.

Jodohku, apakabar? Semoga disana kau baik-baik saja, tetap istiqomah dijalan Allah, dan terus berjuang menggapai mimpi-mimpi besar. Jodohku aku rindu sekali dengan mu, kalau boleh aku bertanya, kamu siapa sii? Tolong carii aku, tolong cariiii aku, tolong cariii aku. Plaese... aku ingin sakinah bersamamu, aku ingin mengokohkan pondasi bersamamu, aku ingin mengukir cerita indah dengan mu, dengan mujahid-mujahidah kecil yang lucu dan mengasyikan, aku ingin tua bersamamu, aku ingin menapaki kerikil bersamamu, aku ingin merasakan senang, sedih, pahit, manis bersamamu, aku ingin menjadikanmu yang tertampan di hatiku, makanya cepat dunk ka carii aku, semoga sekarang kau juga sedang memelas pada Allah agar kita dipertemukan pada waktu yang tepat. Aamiin

Jodohku, aku bahagiaaa sekali, Subhanallah, Allah begitu baik terhadapku, Allah begitu memperhatikanku, dan mengabulkan setiap doa-doaku, doakan aku ya jodohku agar aku bisa selalu terus bersyukur pada Allah.

Jodohku, aku merasakan kedewasaanku mulai meningkat hehee... aku sudah tidak cengeng lagiii, melalui ujian-ujian yang Allah berikan aku merasa semakin kuat, Alhamdulillah, aku bersyukur, aku mendapatkan banyak hikmah dari berbagai ujian yang Allah berikan.

Jodohku, aku bahagiaaa dengan hidupku sekarang, walau sibuk dan padet tapii aku bahagiaaaa. Banyak kepuasan yang aku dapatkan yang datangnya dari hatiii sehingga tidak membuatku lelah malahan semakin semangat.

Jodohku, kamu sedang apa? Sedang sibuk apa? Hehee aku iseng aja nanyanya, aku juga tahu ga akan di jawab hahaa, tapii aku juga yakin kamu juga sedang sibuk membantu umat, aku bahagia bisa menjadi pembantu umat, aku bahagia tenagaku bisa bermanfaat.

Jodohku, pokoknya doakan aku yaa, aku mau lanjut S2. Titik

Jodohku, pokoknya kamu harus mencari aku, kita harus ketemu 6 bulan lagiiii, aamiin semogaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Jodohku aku mencintaimu, I LOVE YOU ^_^

Yunita Jasmine

SURAT KECIL UNTUK JODOHKU 6

Harii ini spesial aku tulis “Surat Kecil Untuk Jodohku 6” yang bertepatan dengan hari ulang tahun aku yang ke 23 tahun, semoga Allah memberkahi.

Jodohku, apakabar? Semoga disana kau baik-baik saja, tetap istiqomah dijalan Allah, dan terus berjuang menggapai mimpi-mimpi besar. Jodohku aku rindu sekali dengan mu, kalau boleh aku bertanya, kamu siapa sii? Tolong carii aku, tolong cariiii aku, tolong cariii aku. Plaese... aku ingin sakinah bersamamu, aku ingin mengokohkan pondasi bersamamu, aku ingin mengukir cerita indah dengan mu, dengan mujahid-mujahidah kecil yang lucu dan mengasyikan, aku ingin tua bersamamu, aku ingin menapaki kerikil bersamamu, aku ingin merasakan senang, sedih, pahit, manis bersamamu, aku ingin menjadikanmu yang tertampan di hatiku, makanya cepat dunk ka carii aku, semoga sekarang kau juga sedang memelas pada Allah agar kita dipertemukan pada waktu yang tepat. Aamiin

Jodohku, aku bahagiaaa sekali, Subhanallah, Allah begitu baik terhadapku, Allah begitu memperhatikanku, dan mengabulkan setiap doa-doaku, doakan aku ya jodohku agar aku bisa selalu terus bersyukur pada Allah.

Jodohku, aku merasakan kedewasaanku mulai meningkat hehee... aku sudah tidak cengeng lagiii, melalui ujian-ujian yang Allah berikan aku merasa semakin kuat, Alhamdulillah, aku bersyukur, aku mendapatkan banyak hikmah dari berbagai ujian yang Allah berikan.

Jodohku, aku bahagiaaa dengan hidupku sekarang, walau sibuk dan padet tapii aku bahagiaaaa. Banyak kepuasan yang aku dapatkan yang datangnya dari hariii sehingga tidak membuatku lelah malahan semakin semangat.

Jodohku, kamu sedang apa? Sedang sibuk apa? Hehee aku iseng aja nanyanya, aku juga tahu ga akan di jawab hahaa, tapii aku juga yakin kamu juga sedang sibuk membantu umat, aku bahagia bisa menjadi pembantu umat, aku bahagia tenagaku bisa bermanfaat.

Jodohku, pokoknya doakan aku yaa, aku mau lanjut S2. Titik

Jodohku, pokoknya kamu harus mencari aku, kita harus ketemu 6 bulan lagiiii, aamiin semogaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa.

Jodohku aku mencintaimu, I LOVE YOU ^_^

05 Juni, 2013

Sekolah Dasar Islam. Ramah Anak Depok



Alhamdulillah wa Syukurillah saya LULUS seleksi....

“Semoga Allah memudahkan kami dalam mendidik anak-anak agar menjadi generasi berkualitas”

Tak henti-hentinya saya selalu bersyukur atas semua nikmat yg Allah berikan baik nikmat kebahagiaan maupun nikmat kesedihan karena sesungguhnya di dalam nikmat-nikmat tersebut terdapat banyak sekali pembelajaran.

Saya selalu berdoa semoga apa yang saya kerjakan, apa yang saya putuskan, dan apa yang saya jalankan menjadi awal dan akhir yang baik untuk menjalankan misi saya, misi menciptakan generasi-generasi muslim yang berkualitas, dan semoga Allah selalu menjaga saya, memberikan keberkahan-keberkahannya-Nya untuk kebaikan, serta selalu melapangkan hati saya agar bisa Istiqomah untuk belajar dan mengajar dengan hati.

Alhamdulillah saya selalu bahagia dimana saya bisa berkumpul dengan anak-anak, karena sungguh anak-anak memberikan stimulus positif untuk otak saya. 

Sujud syukur saya pada Robb saya yang selalu memperhatikan saya, mengabulkan doa-doa saya, dan menjaga saya. Aamiin, Terimakasih banyak Robb.


Simple Curcool

Yunita Jasmine

01 Juni, 2013

Semua Tentang Taekwondo dan Yunita



Satu persatu, mimpi-mimpi besar yang dulu belum kesampain, Allah kabulkan. Alhamdulillah yaaaa.... ^_^

 Awal banged aku ikut latihan taekwondo itu pas umurku 13 tahun, waktu itu masih kelas 3 SMP, Latihannya dirumah ka Subhan, dia guru Privat aku waktu kursus di Bimbel Sativa Sains, tapii itu ga bertahan lama karena aku harus masuk Pondok Pesantren. Akhirnya pas lulus dr Pondok pada saat itu umurku 16 tahun, aku carii-carii lagii info tentang Taekwondo, ketemu deh, latihannya di gedung Samina, tapiii itu ga bertahan lama karena orang tua ga ngizinin, kata bunda aku harus fokus sama kuliah so tiap latihan harus ngumpet-ngumpet n nyari-nyari alesan, akhirnyaa akupun mundur dengan sendirinya karena ga biasa bohong, ceritanya mengalah pada nasib, yaudah deh akhirnya mimpi untuk bisa jadi Atlet Taekwondo pupus dimakan zaman.

Setelah aku fokus di kampus dengan ikutan seabreg kegiatan akhirnya aku mulai bisa melupakan sejenak tentang Taekwondo, Alhamdulillah Allah memberikan kegiatan pengganti dengan lebih indah. Aku bisa ikutan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam), LDK (Lembaga Dakwah Kampus), FP2I (Forum Pengkajian Psikologi Islam), UIN Course (Turki Language), dan berbagai seminar-seminar dan Workshop yang pusat acaranya dikampus tercinta yaitu UIN Jakarta, alhamdulillah juga bisa selalu dapet beasiswa DIPA. 

Sekarang aku sudah lulus Sarjana, kegiatan kampus pun satu persatu aku tinggalkan karena jarak yang lumayan jauh dan emang udah habis masanya, cieleahhh. Sekarang aku disibukkan oleh kegiatan di sekolah tempat aku bekerja, selain disekolah aku juga aktif di remaja masjid dan remaja musholah tapiii rasanya itu masih kurang, akhirnya aku carii-carii komunitas lain, dan alhamdulillah bisa bergabung dengan Blogger Depok, tapi aku rasa masih ada yang kurang, akhirnya aku bergabung di FLP Depok dan Kampung Dongeng. Tiba-tiba ga sengaja pas larii pagiii lihat anak-anak remaja lagi latihan Taekwondo, muncul kembali mimpi lama yang sudah terkubur, pengen ikutan Taekwondo dan semoga Bunda mengizinkan.

Alhamdulillah wa Syukurillah, Allah memang Maha baik, bunda mengizinkan dan mendoakan, ga kerasa sudah mau satu tahun aku ikut latihan Taekwondo, lumayan beratt sii latihannya secara aku sudah tidak muda lagii tapi alhamdulillah dengan semangat yang membara semua berjalan hupppy-hupppyy ajaaa, doakan ya teman-teman 23 juni nanti aku mau ujian kenaikan sabuk Kuning-Hijau, semoga Allah memberi kelancaran dan Kemudahan. Aamiin.

Dulu aku ikutan Taekwondo karena punya impian pengen jadi Atlet bela diri, aku suka banged sama yang namanya Olahraga, paling suka sii Renang, tapii aku juga suka Olahraga Taekwondo ga tau kenapa, aku suka ajaa ngeliat anak-anak yang lagi pada Sparing, tapiii sekarang aku juga inget sama umur, umurku sudah 22 tahun mana mungkin aku jadi Atlet, akhirnya aku merubah haluan, yaitu impian aku ikut Taekwondo “aku ingin menciptakan generasi muslim yang kuat fisik dan imannnya”. Menurut aku anak-anak muslim itu harus kuat, selain kuat agamanya juga kuat fisiknya agar dapat bersaing di dunia modern kaya sekarang ini, dan agar dapat menjadi pembela keadilan dan kebenaran di tengah hiruk-pikuk kemaksitan yang meraja lela, semoga Allah mengabulkan dan memudahkan.

Alhamdulillah aku mempunyai pelatih-pelatih alias Sabeum-Sabeum Taekwondo yang juga muslimah mereka semua menggunakan jilbab, bahagianya aku, yang lebih bahagianya lagi ternyata petinggi-petinggi di Taekwondo yang aku ikuti yaitu club Jaguar juga rata-rata perempuan berjilbab.

Sabeum Bayu
Sabeum Jeny
Ucapan terimakasih yang teramat sangat untuk sabeum-sabeum yang sudah melatih aku dengan sabar dan baik, dari yang tadinya takut dan ga bisa sekarang jadi terbiasa, wa bil khusus buat Sabeum Jeny yang sudah sangat baik dan sabar ngadepin aku, Sabeum Pipin yang sudah memberikan stimulus Optimis ke aku bahwa semua klo sungguh-sungguh pasti bisa walau badan aku keberatan hahaa, dan untuk Sabeum Bayu, yang subhanallah, aku baru tahu aslinya sekarang-sekarang ini, ternyta Sabeum Bayu sosok petangguh muslim yang baik hati, bodo amat dengan gosip-gosip di luar, yang penting aku bisa berguru dengan bliau. 

Sabeum Pipin
Semoga kebaikan sabeum Jeny, sabeum Pipin, dan sabeum Bayu Allah tukar dengan kebahagiaan yang tiada tara dunia akhirat. Aamiin.

Ohh iyaaa, alhamdulillah wa syukurillah, akhirnya bisa juga buka Unit “Taekwondo Child” di lapangan samping rumah, jadiii anak2 sekitar rumah aku bisa ikutan taekwondo juga, semoga Allah memudahkan Sabeum Jeny dalam melatih dan akupun bisa sambil belajar, semoga Allah memudahkan kami dalam menciptakan generasi muslim yang kuat fisik dan imannya aamiin.


Ini ceritaku, mana ceritamu...??

Yunita Jasmine

27 April, 2013

Hadiah untuk Para Istri

Catatan Ibu Ifa Zahida, "DESPRATE HOUSEWIFE" 

Untuk sahabat ku para isteri...

Tadinya tak ingin aku mengungkapkan isi hati ini, namun belakangan begitu sering aku mendengar kelus kesah dari para sahabatku...mereka yang saat ini menjadi seorang ISTRI...

Sebelum menikah rasanya semua perempuan berharap bahwa menikah itu indah, semua akan terasa manis...dan semua hal bisa diselesaikan bersama lelaki pilihannya

Setelah proses akad nikah selesai, maka lelaki menjadi Imam dalam rumah tangga...dan perempuan menjadi makmum, sehingga terjadi keselarasan langkah..laki-laki menjadi Imam bukan semata-mata memerintah atas kehendak pribadinya sehingga bisa menjadi superior, begitu juga dengan perempuan...ketika posisinya menjadi makmum bukan berarti tidak punya hak untuk bicara dan menentukan pilihan, semua bisa dibicarakan...semua bisa dikomunikasikan sehingga masalah bisa terpecahkan (idealnya seperti itu..)

Waktu terus berjalan...hari demi hari dilalui dengan indah, masih ada sejuta cinta..segudang sayang...suami kita selalu dinanti kehadirannya, pulang disambut dengan senyum keikhlasan, sang suami pun membawakan oleh-oleh kesukaan...bahkan mungkin setangkai bunga nan indah...

Tak terasa...satu dua tahun berjalan, kita mulai menemukan hal2 kecil yang berbeda...mulai dari kebiasaan makan, berpakaian, menyikapi sesuatu, bergaul, dan sebagainya...awalnya biasa saja, istri hanya terkejut dalam hati kemudian mulai dibicarakan kepada suami...pada proses komunikasi tersebut kadang ada saja yang membuat "not happy ending", lama kelamaan kondisi ini menjadi besar...belum lagi ditambah masalah penghasilan yang diperoleh suami...dapat rezeki bulanan malah wajah  jadi merengut

Saat anak belum hadir menggenapkan kesempuarnaan rumah tangga, mungkin tidak terlalu masalah ( namun pada kondisi mereka yang membutuhkan waktu tidak sedikit menanti datangnya buah hati...akhirnya ini bisa menjadi masalah serius) setelah hadirnya anak masalah akan bertambah (jika tidak diselesaikan).

Hadirnya anak ternyata tidak cukup menyelesaikan masalah...saat anak belum genap 1 tahun, istri sudah hamil lagi dan kejadian tersebut bisa berulang pada anak berikutnya dan berikutnya..belum lagi masalah jumlah penghasilan suami yang tidak mencukupi sehingga isteri harus bekerja, dengan segala keterbatasan tanaga sang isteri akhirnya keluar rumah dipagi hari dan kembali kerumah petang bahkan malam hari...

Salah seorang teman SMA saya menghubungi via telpon (ibu muda beranak 3), dia menumpahkan segala kekesalan, keletihan dan kebosanannya pada pekerjaan...karena pada posisinya sebagai kepala bagian di bank swasta bonafit dia harus siap berangkat pagi pulang malam...kadang saat dia menghubungi saya diatas jam 7 malam posisinya masih ada dikantor...sampai suatu kali dia telpon dan bilang " lo tau ga Fa, gue adalah ibu yang paling sering dipanggil oleh sekolah...karena 2 anak gue yang sudah sekolah sering menjadi"trouble maker" dikelas...hmmm, lantas dia bercerita lagi..."belum tingkahnya kalau dirumah...ga mau denger kata2 gue, dan suka marah meledak2"...saya hanya diam sejenak, lalu dia bertanya" menurut lo apa penyebabnya? " aku hanya tersenyum dan bertanya padanya " berapa jam lo ada disamping anak saat dia melek? " apa lo ada disampingnya dan dengerin cerita serunya saat disekolah? tanya ku padanya...dan aku bertanya kembali " ada dimana lo saat dia lagi BT sama temennya karena mainannya direbut atau dia diusilin temannya sehingga itu membuatnya sedih ?" " ada siapa saat anak lo pulang sekolah" ??? karena di butuh curhat dan pelukan sang ibu,  beberapa pertanyaan yang saya ajukan sempat membuatnya tergagap ...saya hanya bilang padanya " ANAK-ANAK BUTUH KEHADIRAN MAMANYA DIRUMAH" bukan dengan "mba" yang jumlahnya lebih dari 1..sejak  itu saya berfikir ini hanya satu contoh kecil sahabat saya seorang ibu muda wanita karir yang memiliki masalah pada anak , bahkan saya sempat bilang...dari beberapa kasus anak bermasalahtingkah laku disekolah saya sebagian besar adalah mereka yang ibunya sibuk bekerja dan waktunya habis diluar rumah

Lain lagi cerita teman kuliah saya..yang atas kehendak-Nya diberi amanah anak lebih dari 4, hampir setiap tahun melahirkan...pada anak pertama dan kedua dia masih bilang Alhamdulillah..ketiga sampai kelima dia sudah mulai khawatir sampai baru2 ini dikehamilannya yang keenam dia bilang ke saya " gue stres!!! sampai kapan gue akan dikasih anak...gimana gue bisa kerja kalau begini sekolah tinggi tapi cuma dirumah, rasanya ingin dibuang saja yang ada didalam perut ini...Upss, masya Alloh..saya hanya bilang Alloh kasih yang terbaik...banyak perempuan didunia ini yang sangat ingin merasakan hamil dan punya anak, karena...itu adalah anaugerah terbesar dan terindah (saya jadi terkenang indahnya menjadi ibu hamil, amazing!!) dan perlu kita tau bahwa perempuan yang disukai adalah mereka yang bisa melahirkan banyak anak...dan jangan  khawatir, ibu yang berpendidikan kemungkinan besar akan lebih baik mendidik anak dari pada yang tiddak sekolah (walaupun tidak semua berlaku seperti itu)...

Belum lagi habis berfikir tentang teman kuliah saya, datang lagi seorang ibu yang bercerita tentang kondisi ekonominya yang sulit ditambah perilaku suaminya yang selingkuh...ada lagi yang datang dan bercerita bahwa kalau suaminya kesal dengan orang lain dia akan memukul istrinya sampai lebam...

dari beberapa cerita diatas saya hanya menghela nafas panjang...bahwa banyak diantara kita mengalami keputusasaan dalam menjalankan peran dan fungsinya sebagai isteri.. rasanya ingin menyudahi pernikahan ini, rasanya ingin lari sampai ingin bunuh diri..

tak dapat dipungkiri, tugas perempuan sebagai isteri, sebagai ibu, sebagai menantu, sebagai ipar begitu berat...sebagian besar amanah menjaga diri dan kehormatan suami ada ditangan istri, mendidik anak adalah tugas utama seorang ibu, menjadi menantu yang diinginkan mertua, menjadi ipar dan sebagainya adalah tugas berat

Namun, semua itu harus dijalani dengan segala keterbatasan yang kita miliki...satu hal yang bisa saya ambil dari semua cerita diatas..yaitu BERSYUKUR, karena jika kita bersyukur maka nikmat itu akan terus ditambah kata ALLOh ...nikmat bukan dari banyaknya harta, bukan dari banyaknya anak, bukan dari suami yang tampan tapi dari pancaran keimanan yang ada didada setiap manusia...Alloh SWT telah menggariskan setiap posisi dan peran dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing

Apapun suami kita...berapa penghasilani yang diberikannya pada kita, seberapa besar dia membantu meringankan pekerjaan kita, seberapa besar penghargaannya terhadap hasil usaha kita maka kembalikan kepada Sang Pemilik..seberat apapun masalah Insya Alloh dapat diselesaikan..jangan lari dan takut menghadapinya.diri ini amat lemah, jangan diperlemah dengan keadaan...jangan putus asa terhadap kondisi yang kita hadapi, bergantunglah kepada Sang Maha Kuat...karena hanya Dia yang Maha Memberi Kekuatan

Juga, harapan sederhana untukmu wahai para lelaki yang Alloh takdirkan menjadi suami...Istri adalah amanah dari yang telah dititipkan disisimu, bukan untuk disakiti hatinya, bukan untuk diremehkan kemampuannya, bukan untuk dicemooh hasil kerjanya ( karena usahanya sudah sungguh-sungguh untuk membuatmu tersenyum menikmati hasil masakannya) , bukan untuk diabaikan keinginannya...para Istri yang akan menjadikan mu para suami dapat berjalan tegak diantara manusia lainnya, karena dia tutupi aibmu, dia jaga kehormatanmu, dia jaga hartamu dan inga!t dia juga mendidik dan mengajarkan anak-anakmu sehingga anak-anak itu hormat padamu, ...jadi jagalah istri untuk selalu taat pada Rabb mu agar kelak kau dapat menegakkan wajah dihadap Sang Maha Penguasa Alam bahwa...kau telah menjalankan amanahmu sebagai Imam dalam rumahtangga

Wallohu'alam
bunda Azkiya, pk.23.34 - 3 Juni 2011

Barakallah ibu Ifa Zahida, semoga ini bisa jadi pembelajaran untuk saya walau belum menikah, Intinya Bersyukur atas semua yang diberikan Allah ^_^