03 Februari, 2012

Kesempatan Terakhir Pun Gagal


Aku hanya ingin mempunyai satu foto bersamamu kakak….

Kalimat di atas adalah kalimat Galau yang sudah habis masa berlakunya, karena pada akhir penghujung waktu, aku memang tidak bisa berfoto bareng denganmu… kakak…

Berawal dari sebuah visi-misi yang aku dengar kala dikampus diadakan debat kandidat untuk mendapatkan posisi sebagai presiden dalam BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Aku memang tidak perduli dengan politik, partai atau sebagainya hingga aku selalu mengabaikannya karna aku sama sekali tidak suka dengan politik, menurutku didalamnya hanya ada sebuah ambisi untuk berkuasa (Paparan yg Ngaco). Namun saat itu dengan tidak sengaja, ketika aku melewati kerumunan orang-orang yang sedang menonton, aku mendengar visi-misi dari salah satu kandidat yang berbunyi “saya ingin menjadikan kampus ini mempunyai budaya gemar membaca, dengan cara setiap lantai dibuatkan seperti perpustakaan yang terdapat buku-buku jadi mahasiswa bisa duduk-duduk sambil membaca tanpa harus jauh-jauh naik ke lantai tiga (letak perpustakaan) (mencoba mengingat ucapan 3 tahun silam, Lupa-Lupa Inget)

Sekarang Saya yang berbicara… hahaha…

Dari suara itu, semua paparan saya yg cenderung semuanya negatif tentang politik Terbantahkan. Saya langsung mencari sumber suara, dan saya melihat sosok kakak itu, dan mendadak jadi kagum, kagum untuk mengetahui informasi lebih dalam tentang dia, maksudnya tentang kakak itu #eh, #Modus.

Modal nekad, saya mengikuti Orientasi sebuah UKM yang salah satu panitianya kk ituhh… Hanya bermodal niat untuk bisa mendapatkan foto bersama kk itu, saya nekad ikut. Dua hari acara itu berlangsung disebuah vila di bogor, banyak ilmu, banyak cerita, banyak pengalaman yang didapet tapiiiiii saya tidak mendapatkan foto bersama kk itu. Sedih sekali rasanya, karna entah mengapa mendadak seluruh tubuh saya kaku ketika ingin minta difoto bersama kk itu, alhasil saya gagal difoto, anehnya teman-teman saya yang lain enjoy aja foto bareng dengan bliau. #Nangis Dipojokan.

Seiring berjalannya waktu, saya pun banyak mendapatkan informasi tentang bliau, baik sengaja atau pun tidak, rasanya itu sudah cukup membuat hati saya berbunga-bunga, kakak itu memang hebat, saya bangga mempunyai kakak kelas seperti bliau. Fikiran-fikiran idealisnya membuat saya terkagum-kagum dan ingin memberikan semua Jempol saya untuk bliau…. Like This Brother.

Apa yang terjadi setelah beberapa tahun silam saya mulai melupakannya tepatnya tidak menjadi pengagumnya lagi, karena memang sibuknya aktifitas saya baik di kampus maupun di lingkungan rumah yang membuat saya tidak ada waktu untuk mengurusi niat saya yang dulu yaitu ingin mempunyai satu foto bersama kk ituu..,, 

Lalu apa yang terjadi, kk itu dengan tidak sengaja datang kerumah saya, dengan membawa misi sedang mengadakan penelitian tentang wali kota depok, Ohhh tidakkk, saya pun mendadak Sangat Salah Tingkah alias SALTING. Saya pun berusaha tenang dengan memberikan pertanyaan basa-basi, kakak ko bisa sampai kerumah ini, memang tekniknya gimana? Kk itu menjawab: kk juga kaget kenapa bisa sampai kerumah yunita, kk pake teknik Random, dari kecamatan sedepok dipilih satu, dapet satu kecamatan di pilih RW, dari RW dipilih RT, dari RT dipilih no rumah, kebetulan kk dapet no. rumah 14 tapi ga ada orang yang bisa diwawancarai, akhirnya kk memutuskan untuk kerumah sebelahnya yaitu no. rumah 15. Itu no rumah yunita to.

Sekarang Aku yang berbicara… hahahaha….

Mungkin kalau boleh mati sesaat, aku lebih baik mati ketimbang harus berada didepannya, dan tetap saja aku ga bisa berfoto dengannya….. 

Semua ambisi untuk berfoto bersama kk itu pun mendadak lenyap, kala banyak sekali wanita yang menyayanginya dan yang dia sayangi, belum lagi pemikiran-pemikiran kk itu yang hebat yang selalu menjadikannya nomor satu bak superstar membuat aku harus mundur dan mengundurkan diri, sebelum terlambat, sebelum terlalu jauh, sebelum ada Asa yang ketinggian. Karena aku hanya wanita biasa yang sama sekali tidak dikenalnya. Cukup.

Benar sekali, entah kesenjangan social, entah kesenjangan otak, entah kesenjangan popularitas, aku merasa sangat berada di bawah dan kakak itu di atas sekali, benar-benar tidak mungkin untuk aku bisa menyetarainya. Akupun benar-benar melupakan untuk bisa berfoto dengannya.

Waktu berjalan amat cepat hingga aku memang melupakannya, tiba-tiba kk itu berada disebelahku dalam ruangan kecil, menegurku, melihat aku dimarahi oleh sosok monster jahat, melihat aku menangis, mengajariku, aku bahagia namun mengapa harus dalam suasana yang seperti itu, suasana dimana aku terlihat lemah, bodoh, cengeng, dan tak berdaya, kenapa aku bisa dekat namun harus dalam moment itu. Aku benci diriku, aku benci sosok monster jahat itu, yang telah menghancurkan semangatku, yang telah berminggu-minggu selalu masuk dalam mimpi burukku, yang sampai saat ini entah mengapa aku selalu menjadi Rindu untuk ingin selalu bertemu dengannya, perasaan yang aneh, padahal sosok monster jahat itu telah membuat sebagian nyawaku hilang untuk tidak ingin hidup di dunia. (Lebay.com)

Dan saat ini, saat waktu ku sudah akan habis untuk dapat berfoto dengan kk itu, aku malah tidak datang di hari terakhir bahagianya, terlalu banyak fikiran negatif yang bersemayam di otakku, membuatku memutuskan untuk mengambil job bekerja di hari sabtu, agar aku tidak datang, aku sungguh menyesal, lebih lagi saat aku melihat banyak orang yang bisa berfoto bersama denganmu… ohhh kakak,,, aku sangat sedih, aku menyesal.

Kk memang secara dzohir aku belum bisa mengucapkan selamat atas wisuda kk,
Kk memang secara dzohir aku belum bisa memberikan mawar ini untuk kk
Kk memang secara dzohir aku belum bisa berfoto bersama denganmu.
Namun kk, batin ini, hati ini, untaian doa untuk kk, al-fatihah untuk kk, aku yakin akan sampai tepat di dalam roh kk. Aku akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu kk ku yang Hebat.



Teruntuk: My’Secret Admire

1 komentar:

Raden Mas Misno mengatakan...

slalu ada dalam do'a
semangat!