21 Mei, 2008

Fungsi Psikologi

FUNGSI PSIKOLOGI KEPRIBADIAN ISLAM

NITA ALTHAFUNISA

Psikologi memandang kepribadian sebagai suatu bidang empiris. Selain memiliki fungsi praktis, ia juga memiliki fungsi teoritis. Fungsi praktis kepribadian adalah berusaha untuk memahami tingkah laku seseorang melalui prinsip-prinsip yang telah ditetapkan secara ilmiah dan fakta-fakta sekitar tingkah laku. Asumsi psikologis yang mendukung fungsi ini adalah walaupun tingkah laku manusia seakan-akan mengikuti pola umum tertentu, individu cenderung untuk memberi respon yang berbeda-beda terhadap unsur-unsur di dalam situasi khusus. Dari sini para psikolog tertarik pada apa dan bagaimana yang dari keduanya dikatakan memiliki kesamaan dan perbedaan antara reaksi-reaksi individu itu. Karena itu, tidak sedikit seseorang mengalami salah paham terhadap memahami kepribadian orang lain, walaupun orang lain itu masih keluarganya sendiri atau teman dekatnya. Persepsi diri mengenai kepribadian orang lain ternyata di luar dugaannya. Dari sini tampak bahwa psikologi kepribadian berguna bagi kelangsungan hidup individu dalam suatu komunitas sosialnya.

Fungsi praktis lain yang tidak kalah urgensinya adalah fungsi “ bercermin ” diri. Tingkah laku orang secara umum seperti sejumlah atau seperti semua orang lain. Artinya, tidak ada salahnya jika seseorang melihat kepribadian melalui kepribadian orang lain. Kepribadian orang lain merupakan cerminan kepribadiannya sendiri, meskipun cerminan itu hanya menyangkut pola-pola umum saja. Jika ternyata ditemukan kepribadian yang baik, hal itu perlu dilestarikan, bahkan kalau memungkinkan ditingkatkan . sementara apabila ditemukan kepribadian yang buruk, maka segera dimodifikasi dan diperbaikinnya.

Fungsi praktis kedua ini merupakan korelasi terhadap penelitian yang dilakukan oleh teoretikus kepribadian hanya memiliki teori kepribadian orang lain, sementara kepribadiannya sendiri terabaikan. Akibat yang muncul adalah bahwa teoritikus kepribadiannya hanya memiliki teori kepribadian orang lain, sementara ia tidah akan pernah memiliki teori kepribadiannya sendiri yang khas. Karena itu, penelitian kepribadian seharusnya bukan hanya berpijak pada kerangka you and me, tetapi juga I and you. Dengan kedua konstruksi ini seorang teoritikus kepribadiantidak sibuk-sibuk memperhatikan kepribadian orang lain, sementara dirinya sendiri terlupakan.

Sedangkan fungsi teoretis Psikologi Kepribadian merupakan fungsi normatifnya. Artinya, teori Psikologi Kepribadian berusaha mendeskripsikan dan menjelaskan pola-pola umum kepribadian seseorang, agar dapat dijadikan sebagai norma dalam menggambarkan, menentukan, mengkatagorikan tipe atau sifat-sifat khas individu, dan menilai baik buruknya.

YUNITA DISKARIANI LESTARI

SEMOGA BERMANFAAT. AMIN

Untukmu Wahay Kk Pejuangku

Untukmu Wahay Kk Pejuangku

Setiap waktu semangatmu terlihat

Kala aku redup

Kala mereka hanyut

Kala itupun lentera semangatmu terungkap

Sosokmu dambaan hati kami

Ahlak karimahmu mendobrak nalar kami

Aku, kita dan mereka sangat bangga memilikimu

Engkau pejuang …………………..

Engkau pengasih…………………

Engkau penerang jiwa ku untuk Dia

Hingga Dia menjemputmu lebih awal

Dalam perjuanganmu pagi ini

Tersentak jantungku mendengar itu

Namun bibirku tak henti berucap akan doa

Hari ini dan seterunya, jasatmu tak akan terlihat

Namun semangat bak pejuang slalu menyertai diri

Dalam kehidupanku yang nyata

Karena alam kita tlah berbeda

Untuk kk ku terkasih

K’Viko

YUNITA SANG PUJANGGA MUDA BANDUNG PUNYA

NITA ALTHAFUNISA

Kesadaranku

KASADARAN KU
Allah sekarang aku baru sadar akan perbuatanku yang menyalahi batas. Ternyata orang yang pantas untuk aku kagumin itu ialah Nabi Muhammad Saw. Ga ada yang cocok mendapatka status itu selain dia. Karena perjuangan dia untuk islam sangat lah besar. Trimakasih ya Allah engkau telah menyadarkan hatiku secepat ini hingga aku bisa menjalani kgtn ku kmbali dengan rasa tenang dan ceria tidak seperti kemarin yang selalu dilandasi rasa sedih akan penyesalan.
NITA ALTHAFUNISA
DEPOK, 30 JUNI 1990
JALAN SERMA NIRAN RT 08/04 NO.15 KEC. SUKMAJAYA DEPOK 16412
TELP: 021-7718119
YUNITA DISKARIANI LESTARI
SANG PUJANGGA MUDA
BANDUNG PUNYA

RASAKAN HATIKU

RASAKAN HATIKU

Allah aku tau, Allah sayang banget ma aku, karena aku juga sayang banget ma Allah. Allah aku ga tau harus cerita sama siapa, aku pengen cerita sesuatu

Allah, yang pertama aku bingung kenapa yah aku selalu salah mengagumi orang? Padahal aku selalu berusaha untuk sampai batas kagum secara iklas ga sampe suka atau cinta tapi tuh aku selalu salah mengagumi orang. Setiap aku kagum ma cowok pasti deh ternyata cowok itu orang jahat dan penilaian aku tentang cowok itu selalu salah dan bikin aku sedih banget. Allah, kumohon rasakan hati ku. Allah ga gampang untuk melupakan kekaguman itu namun sulit juga untuk meneruskan rasa kagum itu ketika aku mulai merasakan kekaguman terhadap cowok diumurku yang ke 17 tahun ini. Allah aku butuh seseorang yang bisa nyayangin aku secara tulus dan iklas. Allah ku mohon rasakan hatiku, kirimkan sosokitu untukku dengan karunia dan keagunganmu yang selalu bisa menciptakan sosok yang sholeh dan berbudi luhur. Allah sedih hati ini ketika kekagumanku di balas dengan kejahatan, ketika kesetianku di balas dengan perselingkuhan dan ketika kasih sayang tulusku dibalas dengan kemunafikan. Sangat sakit hatiku hingga aku merasakan kehancuran dalam hatiku ketika aku butuh motivasi untuk meneruskan kehidupanku.

Allah kirimkanlah aku sosok yang baik hati

Yang menyayangi aku apa adanya.

NITA ALTHAFUNISA

DEPOK, 30 JUNI 1990

14 Mei, 2008

Dasar2 Ilmu Pengetahuan

DASAR-DASAR ILMU FILSAFAT

YUNITA DISKARIANI LESTARI

A.ONTOLOGI

Ontologi merupakan salah satu di antara lapangan penyelidikan kefilsafatan yang paling kuno. Awal mula alam pikiran Yunani telah menunjukan munculnya perenungan di bidang ontology. Yang tertua di antara segenap filsafat Yunani yang kita kenal adalah Thales. Atas perenungannya terhadap air merupakan substansi terdalam yang merupakan asal mula dari segala sesuatu.

Dalam persoalan ontology orang menghadapi persoalan bagaimanakah kita menerangkan hakikat dari segala yang ada ini? Pertama kali orang di hadapkan pada adanya dua macam kenyataan. Yang pertama, kenyataan yang berupa materi (kebenaran) dan yang kedua, kenyataan yang berupa rohani (kejiwaan).

Pembicaraan tentang hakikat sangatlah luas sekali, yaitu segala yang ada dan yang mungkin ada. Hakikat adalah relitas; relita adalah ke-real-an, Rill artinya kenyataan yang sebenarnya. Jadi hakikat adalah kenyataan sebenarnya sesuatu, bukan kenyataan sementara atau keadaan yang menipu, juga bukan kenyataan yang berubah.

Pembahasan tentang ontology sebagai dasar ilmu berusaha untuk menjawab “apa” yang menurut aristoteles merupakan the firs philoshophy dan merupakan ilmu mengenai esensi benda. Untuk lebih jelasnya Nita mengemukakan pengertian dan aliran pemikiran dalam ontology ini. He…he….

Kata ontologi berasal dari perkataan yunani On = being, dan Logos =logic. Jadi ontologi adalah teori tentang keberadaan sebagai keberadaan. Ontology itu mencari ultimate reality dan menceritakan bahwa di antara contoh pemikiran ontology adalah pemikiran Thales, yang berpendapat bahwa air lah yang menjadi ultimate substance yang mengeluarkan semua benda. Jadi asal semua benda hanyasatu saja yaitu air.

Di dalam pemahaman ontology dapat diketemukan pandangan2 pokok pemikiran sebagai berikut:

1. Monoisme = hakikat yang asal dari seluruh kenyataan hanya satu, tdk mkn dua.

A. Materialisme = sumber yg asal itu adalah materi, bukan rohani

B. Idealisme = hakikat kenyataan semuanya berasal dari ruh.

2. Dualisme = benda terdiri dari dua macam hakikat yaitu materidan ruhani.

3. Pluralisme = segenap macam bentuk merupakan kenyataan.

4. Nihilisme = tidak ada, doktrin yang tidak mengakui validitas alternative yang posituf.

5.Agnostisisme = mengingkari kesanggupan manusia untuk mengakui hakikat benda

SEMOGA BERMANFAAT

YUNITA DISKARIANI LESTARI

DEPOK, 30 JUNI 1990

JL.SERMA NIRAN RT08/04 NO.15 KEC. SUKMAJAYA DEPOK 16412

Jeritku Dalam Kehancuran

Jeritku dalam kehancuran

Keadaan ini menggangguku

Sulit dan lelah jasad ku berada

Canda tawa nan sunyi itu hilang

Tetesan inilah pengganti dan pelindung

Aku hancur……………………….

Aku hancur………………………..

Aku pun hancur

Slalu kata ini yang menemaniku

Tiap kali otakku berfikir

Tiap kali itupun aku hancur

Tiap saat hatiku merasa

Tiap saat itupun aku hancur

Usai sudah harapku dalam kehidupan

Hari ini kan ku jadikan penghabisan

Ketika sang benda tajam ku tancapkan

Aku menjerit dalam kehancuran

Hingga kupun tiada

Dalam kehidupanku yang nyata

DEPOK, 12 MEI 2008

YUNITA DISKARIANI LESTARI

Dear Diary

3 MEI 2007

Tadi di kelas ta abis UAS, cape deh. Soalnya susah2 banget. Pas istirahat ta, resa, saddam dan anak2 yang laen ga pada keluar. Mereka pada ngobrol. Ga nyangka tau2 resa nanya gini ke saddam, sumpah ta kaget banget ma pertanyaan resa dan ta jadi tau perasaan saddam ke ta. “Dam sebenernya gimana si perasaan n’t ke nita?” ane si biasa aja kayak ke temen2 yang laen. Perasaan ane Cuma sebatas temen. Sumpah itu pertanyaan dalem banget. Ta nuliz ini sampe nangis. Ta ga tau ini cinta apa Cuma kagum aja. Sampe ta ngerasain sakit banget.

4 MEI 2007

UAS dah selesai. Ta pengen banget pulang. Makasih ya pangeran ku dah minjemin hp nya, jadi ta bisa pulang deh. Pangeran ta, dengerin yah isi hati ta hari ini.

Pangeran, ta takut dengan apa yang ta perbuat. Bener deh ta tercetuk banget ketika kamu bilang ta terlalu fanatic ma peraturan. Pangeran maaf kalo ta ga bisa bahagiain kamu kaya cewek2 lain. Ta disini punya tujuan dan impian yang harus ta capai. Sebenernya menurut ta peraturan itu baik buat ta, ta yakin semua itu di buat tuk kebaikan ta. Pangeran, ta ntuh cw yang gaptek, yang ga tau gimana sih dunia luar itu, yang ga tau banyak tentang cinta, ta itu Cuma anak kecil yang harus ngerasain masalh anak gede. Ta ga nyaman dengan apa-apa yang ta rasain sekarang ini. Seperti ta suka sama orang. Ta dah nyimpang ma prinsip ta, ta dah ngelanggar peraturan. Pangeran, ta ga mau ada status apa2, ta ga mau nyakitin hati kamu, ta ga mau ada orang yang sayang ma ta sedih gara2 ta. Ta juga ga mau mutusin pangeran ta. Tapi agama melarangnya. Ta bingung harus gimana, ta takut ma semua yang udah ta lakuin. Pangeran, ta mohon putusin ta sebagai pacar yah. Pangeran ternyata mimpi itu bener yah. Ta bakal ninggalin kamu, tapi kita tetep temen yang tau batas2 bukan muhrim. Pangeran, ta mohon kebijakan dan kedewasaannya. Makasih banyak yah ternyata ta belum bisa jadi putri yang sesungguhnya karena rasa takut ta terhadap agama ta.

9 MEI 2007

Hari ini ta dah selesai baca buku ayat2 cinta, wanita sholeha. Kalo di liat jauh banget ma ta, tapi ta tetep mo berlaku, mencoba, berlatih seperti maratusholeha. Ta gat au ntar ta seperti apa. Terus kemauan ta untuk ngabdi kayanya ga jadi deh, soalnya:

  1. ta takut ngerepotin umu titi, ustd fatur dan pesantren ta
  2. tad ah banyak buat kasusu, ta malu apa kaya gini orang yang ngabdi, orang yang jadi contoh buat ade2nya
  3. ta ga pd dengan ilmu ta
  4. ta ngerasa ustad fatur ga suka ma ta

jadi ta ga tau harus yakin dengan keputusan ta untuk ga jadi ngabdi atau dengan keputusan ta yang dulu yaitu ngabdi tuk pesantren ta. Sebenernya ta masih saying banget ma pesantren ta. Ta ga tau ni harus gimana???????

11 MEI 2007

Kayanya keinginan ta untuk ngabdi di sini bener2 ga jadi deh. Ta ga mau disini lagi bukan karena ta ga betah tapi disini ga ada kasih sayang. Ta betah disini, ta seneng disini tapi ta juga butuh kasih saying, butuh rasa hormat. Disini itu ga da. Ustad fatur cuek banget ma ta, musaidat super jutek so ga ada lagi deh fikiran tuk ngabdi, tapi ta bakal nyantren lagi dan ntar ta bakal kesini tuk ngajarin ade2 ta di asramah yang udah ngelindungin ta selama 3 tahun ini.

18 MEI 2007

Baca buku bikin ta tau banyak tentang apa aja. Ta bisa ngikutin perintah buku. Jadi cw sholehah? Jangan pacaran? Ga boleh ini itu? Sumpah iman ta belom kuat, ta masih harus nyari jati diri ta. Tapi di balik itu semua ta takut ma allah, ma azab allah, ta pengen ngehindarin pergaulan itu. Aduh ta bingung ni harus ngikutin siapa? Ta berharap ta bisa jadi cw sholehah seperti aisyah dan ana alfatunisa. Amin

19 MEI 2007

Sekarang jam 10.30 malem. Aduh di kamar sepi banget Cuma ada aku sama mila doang, ta tadi dah bu2 eh bangun lagi soalnya banyak nyamuk. Aduh sepi banget sih, ta jadi ga bisa bu2 lagi. Kenapa she temen2 sekamar ko pada pulang kan pesantren na jadi sepi..

Mengendalikan Motivasi Seksual

MENGENDALIKAN MOTIVASI SEKSUAL

YUNITA DISKARIANI LESTARI

Motivasi seksual merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan manusia maupun binatang. Motivasi inilah yang menciptakan ketertarikan antara makhluk yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Berangkat sari ketertarikan antar jenis ini tercipta sebuah keluarga. Keluarga akan menghasilkan anak keturunan dan pada gilirannya akan menciptakan sebuah generasi. Dari siklus seperti ini keberadaan sebuah spesies bias dipertahankan.

Al- qur’anul Karim telah mengisyaratkan adanya motivasi seksual yang berfungsi untuk memelihara kelanggengan spesies. Allah berfirman:

“ Allah menjadikan begi kamu istri2 dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri2 kamu itu, anak2 dan cucu2, dan memberimu rezeki dari yang baik2. maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Allah. Qs Nahl:72

“ Hai kamu sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan dari diri yang satu, dan daripadanya Allah ciptakan istrinya, dan daripadanya keduanya Allah memperkembang biakan laki2 dan perempuan yang banyak. Qs An Nisa:1

“ Nikah adalah ajaran sunnahku. Barang siapa tidak mempraktekan sunnahku, maka tidak termasuk dalam golonganku. (oleh karena itu), menikah lah kalian! Karena sesungguhnya aku bangga terhadap kalian sebagai umat yangberjumlah banyak. Barang siapa sudah memiliki kemampuan secara ekonomi, maka hendaklah ia menikah! Dan barang siapa tidak memiliki kemampuan secara ekonomi, maka hendaklah ia berpuasa! Karena sesungguhnya puasa memiliki kekuatan peredam untuk menahan hawa nafsu.

“ Wahai para pemuda, barang siapa diantara kalian ada yang sudah mampu secara ekonomi untuk menikah, maka hendaklah dia melangsungkan pernikahan! Karena hal itu bias menahan pandangan mata dan bias lebih memelihara alat kelamin. Namun barang siapa belum mampu maka hendaklah dia berpuasa1 karena sesungguhnya puasa memiliki daya pengekang menahan hawa nafsu.

“ Jika ada orang yang kalian ridha pengetahuan agamanya dan ahlaknya dating untuk melamar (putri) kalian, maka hendaklah dia! Jika kalian tidak melakukan hal tersebut, maka akan terjadi fitnah dan kerusakan di muka bumi.

SEMOGA BERMANFAAT UNTUK MENAMBAH SEDIKIT PENGETAHUAN INI. AMIN

NITA ALFATUNISA

30 JUNI 1990

Hidup Ngebosenin Yaaaaaa

HIDUP INI NGEBOSENIN YAAAAAAAAAAHHHHHHHHH

YUNITA DISKARIANI LESTARI

Akhir2 ini hidup ku tuh ngebosenin banget. Pengen rasanya kabur dari dunia nyata ini, tapi ga bisa. Dari kemarin aku tuh pengennya marah2 mulu, cemberut dan males senyum. Rasanya aku tuh benci sama semua orang. Aku tuh ngerasa kaya iblis bukan nita yang baik hati dan tidak sombong itu. Kaya iblis yang bisa nyakitin siapa aja. Hari ini aku pengen lari dari dunia aja. Aku pengen tinggal di planet yang ga ada orangnya biar aku bisa terus diem tanpa harus ditanya kenapa nit? Ada apa?

Rasanya pengen cepet mati aja, tapi aku malu, amal apa yang bisa aku bawa saat ini. Sebenernya sih, aku hidup dah bosen. Pasti kaya gitu, ga ada yang menarik, ga ada lagi orang yang aku kagum, ga ada lagi orang yang sayAng ma aku. Yaudah seh mati aja.

Untungnya masih ada anak2 kecil yang bisa ngehibur aku dari suasana kaya gini. Anak2 kecil itu yang bikin aku semanget dan tetep termotivasi tuk jadi orang mestipun kadang BT.

Dari kemaren sholat bolong2 mulu. Gimana allah mo sayAng ma aku. Lagi juga percuma toh aku dah di sumpain jadi anak durhaka makanya ngapain juga sholat, ikut kajian keputrian or jadi orang bae toh ujung2 nya masuk neraka kan ucapan ortu itu yang paling di angkat ma allah. Mestipun ortu nya tukang nyumpain. Bt, kesel, males, bosen hidup

Allah siapa sih ortu ku yang sebenernya. Iri deh sama kasih sayAng itu. Iri sama orang2 yang pada dapet kasih sayAng.

Pangeran datang dunk sekarang coz aku butuh banget kamu. Aku ga tau harus ngedapetin kasih sayang itu dari mana lagi. Kalo kamu ga datang juga, aku mau hidupku sampe sini aja deh. Aku dah bosen hidup tanpa kasih sayang.

Perjalanan cintaku

YUNITA DISKARIANI LESTARI

PERJALANAN CINTA KU

20 MEI 2007

Allah ta masih ragu dengan cinta yang ta dapet sekarang.ta ga mau nyesel dan ta ga mau ganti2 cinta ta, allah apa ta bisa dapetin cinta pertama ta, (SANI) Saddam-Nita. Allah apa ta harus berusaha mertahanin pangeran ta yang ta ga nyangka kalo selama ini pangeran yang ta harepin itu ternyata Ihsan Marantika. Emang kehendak allah itu semua orang ga ada yang bisa di tebak, begitu juga yang ta alamin sendiri. Tapi ta ga cinta ma pangeran ta. Dari awal ketemu, Cuma sebatas ta pengen jadi temennya aja ga lebih. Tapi hari ini ta udah hianatin prinsip ta. Allah ta dosa yah. Allah apa yang akan terjadi sesudah ini, allah apa pilihan ta tepat. Allah ta jujur yah ta ga nyaman nih, ta ga tenang ma cinta yang ta paksain ini tapi ihsan sangat baik dan dewasa tapi ga tau kenapa hati ta masih ragu ma dia. Allah kadang ta nanya tiap tahajud ta, apa she spesialnya saddam sampe orang2 pada sayang sama dia termasuk ta. Allah apa ta bisa hidup tanpa seorang hero yang bisa lindungin ta. Disisi lain ta takut ma allah, ta takut hubungan ini mendekati zina tapi ta jujur selama ta pacaran Cuma ngasih support ma perhatian aja. Mungkin kalo ada orang yang nyuruh ta putusin hubungan ini ta bakal mutusin. Allah tapi di sisi lain ta ngiri sama cw2 lain yang sudah pada punya pangeran. Allah lindungin ta yah dan berikan yang terbaik. Amin

20 MEI 2007 malam

Ini detik2 terakhir ta tinggal di pesantren ini. Mesti ta ga bisa langsung ngomong tapi ta mo ngungkapin hati ta.

UNTUK

Saddam: selama dua tahun, ta nyoba nyari2 informasi tentang saddam. Dan ga bisa ta pungkiri dua tahun ta dah kagum. Saddam yang ta kenal dua tahun yang lalu itu saddam yang pinter, yang ramah ma senyum dan penyayang ma sapa aja. Hingga ga nita sadarin tanggan 21-12-2005 ta bikin inisial SANI = Saddam-Nita. Dan rasa kagum itu yang ta punya tapi bukan untuk di ungkapkan karena ta sadar akan kodrat ta sebagai cw yang ga boleh seperti itu. waktu berjalan, ga kerasa satu tahun dah berlalu, dan perubahan itu mulai datang. Saddam yang ta kenal dulu beda banget ma saddam sekarang. Hingga nita harus perang batin sama apa yang ta rasain ketika satu persatu mahluk itu datang untuk menciutkan hati ta. Yohana, mutiara, hasanah, maisyaroh dll. Tanggal 27-11-06 hati ta hancur banget, ta baru ngerasain broken heart, ta baru ngerasain kayanya ta kehilangan cinta ta, yang sampai saat ini belum ta ungkapin padahal besok kita semua udah ga tinggal disini lagi. Waktu terus berjalan, ta hampir selalu untuk harus ngelupain itu semua karena saddam dah sangat jahat banget ma ta, ta ga kuat ngeliat perlaakuanya. Sampe akhirnya ada ihsan yang selalu ngasih support dan nasehat yang bikin ta semangat lagi. Masalah juga ga gitu aja berlalu tanggal 19-12-06, ta baru tau kalo tiara ngangkat n’t jadi kk angkat. Ta ngerasa ta ga pantes lagi berharap untuk dapetin cinta pertama ta yang selalu ta ungkapin dengan kata kagum. Heboh banget berita itu sampe ta ga sadar waktu tiara di sidang di koah di depan para sanntri dan salah satunya nita, ta nangis kejer. Ta ga bisa nahan air mata ini mesti harus ta sembunyiin dari ustd ma umi dan santri yang laen. Tapi air mata ini terus ngalir. Waktu terus berjalan sampe kayanya cinta ta bener2 dah ilang. Karena sumpah perbuatan saddam ke ta dah keluar dari batas2san. Sampe saddam nulis surat ke maisyaroh bawa2 nama ta yang bikin ta malo banget, maisyaroh itu salah satu ade kelas yang deket banget ma ta dan saddam ngejadiin dia pacar. Ta baca suranya saddam ke maisyaroh kayanya ta kaya abis ketimpa batu yang gede banget deh sumpah ta perang batin banget. Sangat nyedihin dan nyakitin. Ta harus kuat, ta ga boleh nunjukin rasa itu lagi karena cinta ta dah mati. Sampe ta beraniin tuk ngomong ma saddam, maksudnya apa nulis surat kaya gini? Dari situ ta mulai benci, ta berusaha untuk ngomong yang jelek2nya yang sebenernya itu sangat bertentangan sekali dengan hati ta tapi itu harus. Semua itu demi saddam dan maisyaroh. Ta ga boleh egois. Sampe ta bisa ngelupain saddam dari bibir ta bukan hati ta. Dan setelah itu semua berlalu tanggal 21 januari 2007 ihsan ngirim surat ke ta yang isinya: “Saya suka kamu, kamu mau ga jadi pacar saya” ta kaget, ta ga nyangka, temen yang biasanya ta anggap dewasa dan sering nasehatin ta ternyata seperti itu. Ta langsung jawab Ga Mau. Ta ga tau kenapa allah beghitu cepat ngasih pengganti itu. Tapi ta masih trauma untuk mencintai orang. Sampe ta ga kuat untuk hidup saat itu dan ta izin pulang. Tanggal 20 februari 2007, ga nyangka ihsan nekat kerumah ta dan bilang itu lagi. Ta masih ragu banget apa ta dah ga bisa berharap lagi dengan cinta pertama ta. Akhirnya di danau deket rumah ta, ta nerima ihsan jadi pangeran ta dengan iklas, ta harus ngebohongin hati ta demi oranglain. Sangat sakit sekali rasanya. Tapi semua itu untuk orang yang sayang ma ta dan ta juga harus sayang ma dia.

Ihsan: kamu baik banget, makasih dah sayang ma ta tapi ta masih ga percaya dan ragu sama cinta itu karena semua ini paksaan yang ta lakuin. Ta ga tau apa yang ta perbuat ini baik atau engga yang pasti semua ini pengorbanan untuk itu.

05 SEPTEMBER 2007

Hari ini ta resmi putus ma ihsan. Ta ga nyangka, kenapa pengorbanan dan kesetiaan harus di balas kaya gini. Ta sakit BANGET ketika ta harus mergokin kamu jalan berdua dengan cw lain di bioskop. Emang salah ta, ta ga bisa sepeti cw2 laen yang bisa di ajak jalan2 karna ta emang beda banget. Tau ga kenapa ta ga pernah mau di ajak jalan? Karena ta mencari kemurnian cinta bukan kenikmatan atau kesenangan semata. Ihsan kalau tau status ta pada hari ini apa , aku ga tau kamu bakal kaget apa engga. Ta mutusin untuk ngabdi di pesantren, jadi status ta saat ini ustaza muda yang emang she belom pantes tapi emang itu kenyataanya. Tau ga semua ini untuk apa, untuk pangeran ta, agar mempunyai putri yang sholehah, tapi apa balasannya, diluar sana ihsan kaya gitu. Sumpah ta ga nyangka kalo kesetiaan dan cinta yang dulu sempet ta paksain harus di banyar kaya gitu. Yang lebih ta kaget waktu hari ini ta Tanya, nita masih jadi pacar ihsan ga sih? Dan kamu jawabnya apa “ ya masih lah. Nita tetep jadi yang terbaik tapi aku udah punya lagi, sumpah itu kata2 yang bikin aku benci kamu selamanya. Ta berharap ta ga akan pernah nemuin orang seberengsek kamu. Aku benci kamu selamnya.

06 SEPTEMBER 2007

Allah kenapa she begitu cepet ada cowok yang datang ke nita, apa itu jebakan atau biar nita seneng. Inget banget waktu itu di kala nita kagum banget sama saddam tapi saddam malah bikin ta nangis dan tiba2 ihsan datang untuk nenangin ta dan nunjukin banget kalo ga semua laki2 itu jahat sampe kemarin ta resmi putus ma ihsan karena kejahatannya. Dan sekarang baru satu hari putus ma ihsan, hari ini jam 1.30 malem ada yang nembak ta, yang dia itu dah ta anggap kayak kk ta sendiri. Allah ta mohon lindungin ta dari orang2 jahat yang hanya akan ngehancurun hidup ta dan ngerusak imace pangeran terbaik di mata ta. Ta ga percaya lagi sama mahluk yang namanya cowok. Allah besok siapa lagi yang engkau datangkan untuk nita. Allah bukan pangeran yang kaya gitu yang bisa nya Cuma ngehancurin cinta ta. Allah pangeranku itu sholeh, lagi ngabdi juga di pesantren, lagi ngajar anak2 juga, lagi jadi ustad muda juga, lagi ngajarin nahwu wadhi juga yang ga pernah pacaran juga. Yang merindukan seorang putri juga. Bukan kaya saddam yang selalu gonta-ganti cewe atau ihsan yang dah empat kali putus atau k’agus yang dah pernah pacaran lebih dari selusin dan ceweknya sangat mau diapa-apain. Bukan yang seperti itu. Aku yakin pengeranku ada. Di pesantren sana yang aku ga tau sebenernya siapa, dimana, dan kapan ta bisa ketemu dia???????????????

4 OKTOBER

Ta sengaja ganti nomor untuk ngejauhin k’agus. Soalnya dia itu berlebihan banget. Kayanya ta tambah benci aja ma yang namanya cowok, bisanya Cuma ngegombal doank. Sekarang nomor esia ta 93027326. mudah2han ta ga akan nemuin lagi orang yang kaya geto.

3 Desember 2007

Sumpah kaget banget, kenalan sama orang lewat telefon gara2 salah sambung tapi ga masuk diakal banget. Ga nyangka dan ga percaya. Sore2 ta kenalan ma joe, katana she anak unj semester1 jurusan perbankan. Ta she sepele soalnya baru kenal aja dah nanya2 ta pernah nonton bokep ga? Ta pernah pacaran ga? Pokokna hamper mirip2 kaya k’agus geto deh makanya langsung aja ta ceramahin layaknya seorang ustaza yang lagi ngasih ceramah geto. Itu Cuma sekali. Ga lama kemudian dia nelf ta lagi. Ta she enak2 aja, sampe akrab banget, sampe ta tuh kagum sama yang namanya joe karena dia tuh nyambung tiap ta tanyain pelajaran sekolah dan pesantren. Ta sampe bilang “Ko joe beda banget she ma yang pertama ta kenal” ta she tetep percaya dengan semua yang dia bilang (banyak banget) dari yang dia sma nya di sekolah biasa, dari yang dia kul di unj pokokna ta percaya aja. Soalnya dia nyambung kalo diajak ngomong apa aja. Sampe akhirnya ta bingung dan ragu banget ko sampe ta tanyain tentang kitab alfiah dan nahwu wadhi dia bisa. Akhirnya pas malem idhul adha, semua dia jelasin yang sesungguhnya. Sampe ta ga percaya dan ga nyangka banget dan ga pernah terpikirkan oleh otak ta. Dia bilang: dia bukan joe, dia alunk(anak lampung). Nama sebenernya Muhammad Fadli, joe itu temen sekamarnya yang pernah cerita kalo dia diceramahin ma cewe yang namanya nita. Alunk atau joe bukan anak unj semstr1 jurusan perbankan tapi seorang anak pesantren yang sedang ngabdi di pesantrennya dan statusnya itu ustad. Sumpah ta keget banget, sumpah ga pernah terfikir ma nita kalo dia sejauh itu. Ta malu banget, ta nyesel harus nyeramahin joe pada saat itu dan ta nyesel harus ngaku anak pesantren, yang sebenernya ta selalu nutupin status yang sebenernya siapa nita itu ke cowo yang belum ta kenal tapi karena waktu itu joe nanyanya aneh2 geto ta jadi kesel dan ta ceramahin dia. Ta bingung ta itu kagumnya sama siapa? Joe atau alunk soalnya pada saat itu ta taunya ta ngomong ma joe tapi kenyataannya ta tiap malem ngomong ma alunk. Sumpah ini tuh kenyataan yang manis tapi sangat pahit. Alunk seorang anak pesantren yang lagi ngabdi yang ta sampe terkagum-kagum dengan sikapnya, yang ta kira itu joe. Ta sangat bingung dengan kenyataan yang sebenarnya. Allah siapa lagi cowok jahat yang akan datang untuk nyakitin ta. Sumpah alunk itu, sosok pangeran di hayalan ta banget dari ilmunya, sopanya, sampe cara ngomongnya tapi ta yakin itu Cuma godaan syetan yang terkutuk aja. Ta yakin pangeran nita bukan yang mengawali perkenalannya dengan perkataan bohong so alunk sang sosok pangeran ta yang ternyata ada, nyata dan dulu ta nganggap itu Cuma hayalan ta aja, benar terwujud . tapi tenang aja ta ga akan bisa tertipu Syetan yang selalu menggoda ta dari kekaguman ta terhadap cowok2. apa alunk pangeran ta yang dari kecil selalu ta hayalin itu? Sangat tidak mungkin karena sekarang alam kita berbeda.

SEMOGA PANGERAN YANG SESUNGGUHNYA ITU ADA DALAM KEHIDUPANKU YANG NYATA SEPERTI SOSOK FADLI ATAU AZZAM. AMIN

. NITA ALFATUNISA

Bintun Nahl

Sang pujangga muda

KENANGAN TERINDAH

27 NOVEMBER 2006

KENANGAN TERINDAH

Dulu kau hidupkan aku dalam kematian jiwaku. Keberadaanmu membuat ku bangun dan ingin berjuang kembali dalam kejamnya kehidupan. Masalah itu yang membuatku menyayangimu. Bertahun-tahun kau ku sandang sebagai pangeran terbaikku. Karnamu aku berjalan kembali mengisi kegiatan dunia. Dalam gelapnya malam ku slalu berhayal tentang mu, namun ku tahan hati ini agar tidak terdengar penguasa, karna gubukku melarangnya sekali. Ku berharap kau mengerti dan menunggu, isyarat hatiku membuat kau tahu semuanya, tahutentang diriku sekarang. Namun senin itu saat mata ku kuat menatapmu, menatap kebencian yang ada pada ku membuat semua terbuka jelas. Kata-katamu yang pedih membuat air kepedihan ini terbuang deras, ketika kedatangan sosok lady rose dan mutiara lautan membuatmu buas. Sekarang tatapan kita berteukar menjadi kebencian. Karnamu kekuatan cintaku mati, semangat hidupku mengecil karna hayalan terindah untuk sang pangeran pupus sudah. Keberadaanmu tlah mati selamnya dalam hidupku dan takkan pernah kembali. Janjiku dalam hati yang tlah terluka.

Be Inspired takkan terganti tuk (SaNi = Saddam-Nitha)

11 Mei, 2008

HADIS

HADIST-HADIST MEMUTUSKAN TALI SILATURRAHMI

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabb-mu yang telah menciptakan kamu dari satu, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs. An Nisaa:1)

Dari Jubair bin Muth’im RA dari Rasulullah SAW beliau bersabda, “tidak akan masuk surga orang yang suka memutuskan talisilaturrahmi.

Ibnu Abu Umar berkata, “Sufyan berkata, “Yaitu orang yang suka memutuskan hubungan kerabat.”[1]

Dari Anas bin Malik RA, dia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah bersabda, “Barang siapa ingin di lapangkan rezekinya dan di panjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturrahim.[2]

Dari Anas r.a. bahwasanya Nabi saw. Bersabda: “Janganlah kamu sekalian saling benci membenci, saling hasud menghasud, saling belakang membelakangi, dan saling memutuskan tali persahabatan, tetapi jadilah kamu sekalian itu hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim tidak di perbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda: “Pintu-pintu sorga itu di buka setiap hari Senin dan hari Kamis, kemudian pada hari itu diampunilah dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apa pun kecuali orang yang berselisih dengan saudaranya, dimana dikatakan: “Tunggulah dua orang ini sampai damai, tunggulah dua orang ini sampai damai.” (Riwayat Muslim)

Allah ta’ala berfirman: “Maka apakah kiranya jika kamu sekalian berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan persahabatan? Mereka itulah orang-orang yang dilaknat Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibulatkan-Nya penglihatan mereka.”

“Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang mendapatkan kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam).” (Qs. ar Ra’ad: 25 )

“Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.” (Qs. Muhammad:23)

YUNITA DISKARIANI LESTARI

DEPOK, 30 JUNI 1990



[1]Muh ammad Nashirudin Al Albani, “Ringkasan Shahih Muslim II”, (Jakarta:Pustaka Azzam, 2003) Hal.498

[2] Muh ammad Nashirudin Al Albani, “Ringkasan Shahih Muslim II”, (Jakarta:Pustaka Azzam, 2003) Hal.497

Salam Kenal Dr NITA

halo nama ku YUNITA

hobiku baca buku apa aja! Tapi keseringan she baca novel Dan nulis he………….he…………..he…………

aku cinta banget sama sekolah2 ku. Karena sebagian dari hari2ku ada di sekolah. Sekolah juga yang bikin aku seperti ini. I love my’school.

aku suka jalan2, makanya aku suka di panggil BOLANG.

COBA…. Tau ga ini siapa? Ini bukan ayah aku tapi ini tokoh filsafat yang aku idolain…… coba tebak namanya siapa?

aku juga suka makan apel…. Liat aja wajahku udah kaya apel he..he…

selain baca buku, hobi ku tuh berantem sama ade, tapi boongan yah. Sehari bisa 10 ronde tau……………….

terakhir aku suka maen di sungai secara gitu rumah ku deket banget ma sungai. Kadang aku suka nyari ikan atau udang gitu sambil naik getek sama temen2 ku. Klik aja terus sampe bawah. Ntar tmen2 bisa liat sungainya…………..

Harus nyantren!!!!!!!Enjoy aja Lagi

PENBUKAAN

Novel ini aku tulis untuk memberi tahu kepada remaja-remaja muslim di Indonesia, kalau kehidupan di pesantren itu menyenangkan ga nakutin kaya yang kalian kira. Mestipun banyak banget cobaanya tapi asik loh……. Buktinya aku betah tinggal di pesantren mesti harus pisah ma ortu dan semua orang yang aku cintai tapi itu ga bikin kita nyesel karena tujuannya kan untuk belajar dan memperjuangkan islam. Oh iya sampe lupa namaku Yunita tapi orang2 manggil aku Nita.

Pertama- tama Nita mo ngucapin makasih buat semua yang udah dukung nita untuk membuat novel ini mestipun ni novel super cere banget soalnya aku masih kurang banget seh ilmunya.

sukanitha_holic14@yahoo.com

sukanitha_holic14@blogspot.com

HARUS NYANTREN!!!!! ENJOY AJA LAGI

Bengong sore2 sambil mikir kudu nerusian esema kemana ya, sudah lebih dari sepuluh esema di ubek-ubek untuk dapet sekolah yang bermutu dan keren belum dapet juga. Aku Amel, siswa kelas tiga esempe yang dikit lagi akan naik kelas. Amel bingung nih nyari sekolah yang bias dapetin ilmu dunia dan akhirat, dimana ya? Tiba-tiba terlintas dari otak kecilku yang emang bener2 kecil? “oh iya, Pesantren”. Aku langsung lari ke ayah untuk nyariin pesantren. Soalnya hari gini belum juga dapet sekolah. Weleh-weleh setres aku. Amel nyari sekolah kaya gitu karma Amel ngeliat kehidupan remaja putra-putrikita yangemang dah bebas banget. Ma’lum anak esempe. Hamper setiap pulanh sekolah Amel ngeliat cowok2 pada nongkrong dan tauran segala ngerokok lagi mending sekolahnya bener, cabut mulu. Belum lagi ceweknya yang bajunya pada jangkis, yang bedaknya pada menor. Dan yang pada pacaran kelewat batas gitu. Ciuman dijalan sudah biasa dang a malu lagi. Makanya Amel pengen banget nyantren.

Pagi2 habis nyarap gemblong dan susu sapi liar Amel langsungmuter-muter ma ayahpake bebeknya nyari pesantren. Bebeknya berenti di depan sekolah yang kebetulan murid2nya lagi pada pulang sekolah. Helem ditaro dan langsung masuk ruang TU. Amel negeliatin semua ruangan dan santri di asrama pun nyambut Amel dengan senyuman yang ramah.seneng deh, terus ayah nanya, gimana Mel mau. Aku sempet mikir dulu, beberapa saat kemudian kedua bibirku menjawab Iyahhhhhhhhh mauuuuuuuuuuu, dengan senyum kegirangan. Ayah seneng banget ada salah satu anaknya yang mau masuk pesantren, padahal kata ayah, remaja seumuran aku ini lagi puber-pubernya, lagi pengentau dunia luar, lagi pengen nyari jati dirinya.

2 MINGGU KEMUDIAN

Libur panjang sudah berlalu, hasil ujian sudah di bagiin, perpisahan ma temen2 dah selesai. Sekarang saatnya memasuki kehidupan baru yaitu kehidupan pesantren. Amel sedih banget harus pisah ma ortu dan ade2 yang sangat Amel saying, dengan mata berkaca2 danhidung meler2, Amel mulai pamitan ma keluarga. Sedih banget ninggalin mereka. Kami semua nangis2, suasana mulai ngeharuin ketika ayah bawain koper yang gede banget ke bebeknya. Nyampe di pesantren sedih campur seneng. Amel dapet kamar yang anak kamarnya ada enam orang tapi yang datang baru empat: aku, sare, nove dan imehe. Kita saling berkenalan dan ketawa-ketiwi di kasur yang empuk.

Waktu mulai berjalan, masalah dan cobaan juga banyak yang datang. Amel ngerti ko keadaan ga mungkin mulus begitu aja, tapi pasti banyak banget rintangannya. Subuh2 sumpah ngantuk banget, jam tiga sudah dibel untuk mandi, belnya kenceng banget laksana geledek membelah angkasa! Jderr…jder……..jder……….

Mendi kaya pake es batu, cool man. Jam empat harus sudah nyampe masjid untuk dzikir, emang sih ini ga biasa banget buat Ameltapi di bikin enjoy aja lagi. Hari berikutnya ngelakuin ini jadi asik dan menyenangkan banget. Siang nya sekolah, aneh bin ajaib, cowk ma cewek ga boleh liat2tan otomatis di kelas pake hijab, beda banget sama kelas di esempe dulu. Sorenya jadwal padat banget. Kudu ngaji kitab gitu dehhhhhhhhhh. Malem masih ngaji juga. Waktu untuk istirahat jam sepuluh. Mulai dari jam segitu waktunya di kamar tuk pdkt ma temen2, cerita asal-usul kita dan tuker-tukeran makanan. Seru kan makanya masuk pesantren aja deh.

Pergaulan

PERAN PENTING, MANFAAT DAN PENGARUH PERGAULAN

Pergaulan memiliki pengaruh penting yang sangat signifikan dalam membentuk kepribadian, ahlak dan tingkah laku manusia. Seseorang akan mengambil sifat-sifat sahabatnya melalui keterpengaruhan spiritual yang membuatnyamengikiuti tingkah laku sahabatnya itu. Manusia merupakan mahlik social yang harus begaul dengan orang lain dan menjadikan sebagian di antara mereka sebagai sahabat. Apabila dia memilih bergaul dengan orang2 yang berperilaku jahat, fasik dan rusak akhlaknya, maka sifat2nya akan melenceng secara gradual tanpa disadarinya, sehingga dia menjadi bagian dari mereka dan terjerumus kedalam jalan hidup mereka.

Akan tetapi jika dia memilih unuk bergaul dengan ahli iman, takwa, istiqamah dan makrifaah kepada Allah, niscaya secara gradual dia akan dapat mencapai derajat mereka. Dia akan dapat belajar dari mereka akhlak yang lurus, iman yang kokoh, sifat2 luhur dan makrifat kepada Allah. Dan dia akan terbebas ari noda2 jwa dan kotoran2 akhlaknya.

Oleh sebab itu, akhlak seseorang dapat diketahui dengan mengetahui para sahabatnyadan teman duduknya. Seorang penyair sufi mengatakan,

Jika engkau bergaul dalam suatu kaum

Maka bergaulah dengan orang2 terbaik

Janganlah bergaul dengan orang2 tercela

Sehingga engkau terjerumus ke dalam kehinaan

Janganlah bertanya tentang seseorang

Tetapi bertanyalah tentang sahabatnya

Sebab, setiap orang akan mengikuti sahabatny

Para sahabat Nabi saw tidak akan mencapai kedudukan dan derajat tinggi, setelah mereka berada dalam kegelapan jahiliah, melainkan karena mereka bergaul dengan nabi. Begitu juga, para tabiin tidak akan dapat meraih kemuliaan yang agung, melainkan setelah mereka bergaul dan berinteraksi dengan para sahabat nabi yang mulia

SEMOGA BERMANFAAT. By: YUNITA DISKARIANI LESTARI

Cinta Kepada Allah

CINTA KEPADA ALLAH

Cinta kepada Allah merupakan tujuan yang paling utama dari segala maqam, dan puncak yang paling tinggi dari semua tingkatan. Tidak ada maqam setelah cinta, kecuali dia adalahh buah dan konsekuensinya, seperti kerinduan, rasa suka, sidha dan seterusnya. Dantidak ada maqam sebelum cinta, kecuali dia adalah mukadimahnya, seperti taubat, sabar, zuhud dan lain2

Cinta tidak memiliki batasan yang jelas, kecuali cinta itu sendiri. Definisi2 justru menambah ketidak jelasannya. Definisi cinta adalah wujudnya, definisi adalah milik ilmu pengetahuan. Sementara cinta adalah perasaan yang memenuhi hati orang2 yang mencintai. Yang ada di dalamnya hanyalah perasaan yang mengebu-gebu. Semua yang dikatakan tentang cinta hanyalah sekedar keterangan tentang pengaruhnya, ungkapan tentang buahnya dan penjelasan tentang sebab2nya.

DALIL DAN KEUTAMAAN CINTA

Dalil yang menunjukan cinta kepada Allah terhadap hambanya dan cinta hamba kepada tuhannya sangatlah banyak. Allah berfirman, “Dia mencintai mereka dan mereka mencintainya.”(Qs. Al Maidah:54)

“Dan orang2 beriman sangat cinta kepada Allah.” (Qs. Al Baqarah:165)

“Katakanlah, jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintai dan mengampuni dosa-dosa kalian.” (Qs. Ali Imran:31)

TANDA-TANDA CINTA

Tanda2 cinta yang dimiliki seseorang banyak sekali. Diantaranya:

  1. Senang bertemu kekasihnya dengan cara kasyf (terbukanya tabir) dan menyaksikannya di surga
  2. Mengutamakan apa2 yang dicintai Allah atas apa2 yang dicintainya, baik dalam lahiriya maupun dalam batinnya.
  3. memperbanyak zikir kepada Allah, bermunajat kepadanya dan membaca kitabnya
  4. Berkhalawat kepada Allah
  5. Tidak menyesali apa2 yang hilang darinya.
  6. Menikmati ketaatan
  7. bersikap lembut dan saying kepada hamba2nya
  8. merasa takutdan berharap dalam mencintainya
  9. Menyembunyikan perasaan cinta. Namun sebenarnya air matanya memperlihatkan rahasia cinta itu
  10. senang dan ridha kepada Allah

jika cinta telah menghiasi hati, maka dia akan mengeluarkan semua kepahitan dari kehidupan dunia yang fana ini, pemiliknya akan hidup dengan baik dan nikmat.

SEMOGA BERMANFAAT

YUNITA DISKARIANI LESTARI

DEPOK, 30 JUNI 1990

Kiat Menghindari HIV/AIDS

KIAT MENGHINDARI HIV/AIDS

KONDOM BUKAN JAMINAN

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhya zina itu perbuatan keji dan sejahat-jahat perjalanan serta terkutuk” (Qs. Al Israa’:32)

“Apabila perzinaan sudah meluas di masyarakat dan di lakukan secara terang-terangan (dianggap biasa), maka infeksi dan penyakit mematikan yang sebelumnya tidak terdapat pada nenek-moyangnya, akan menyebar diantara mereka”. (H.R. Ibn Majah, Al Bazzar dan Baihaqi)

KIAT MENGHINDARI HIV/AIDS

  1. Penularan HIV/AIDS terbanyak melalui perzinaan (seks bebas, perselingkuhan, pelacuran, homoseksual); namun penyakit kelamin ini dapat juga d tularkan melalui transfusi darah, jarum suntikan dan bayi melalui tali pusar ibu.
  2. Konsentrasi virus HIV/AIDS terbanyak pada cairan liang senggama, sperma dan darah.
  3. Untuk menghindari tertular dari virus ini hendaknya:
    1. hindari perbuatan yang mengarah pada perzinaan, misalnya pornografi dan pornoaksi
    2. hindari perzinaan itu sendiri
    3. pastikan bahwa darah transfuse tidak tercemar virus ini
    4. pastikan bahwa jarum suntuk yang di gunakan steril dan baru

  1. Perihal untuk penggunaan kondom tidak aman: 100%. Kondom untuk mencegah sperma bukan untuk virus. Kegagalan untuk KB 20%. Perbandingan sperma dan virus adalah 450:1. meskipun menggunakan kondom untuk perzinaan tetap haram hukumnya
  2. perihal kondom itu sendiri mengandung kelemahan: A. bahan kondom terbuat dari karet yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan polimerisasi yang berarti berserat dab berpori pori. B. pori2 konom dan Virus HIV/AIDS hanya dapat dilihat melalui electron mikroskop. C. besarnya pori-pori kondom dalam keadaan merenggang 1/60mikron, kalau merenggang 10x lebih besar. D. kecilnya virus 1/250 mikron
  3. persyaratan yang harus dipenuhi untuk pembuatan kondom oleh pabrik: A. jumlah cacat lubang kecil minimal 0,% berdasarkan uji kebocoran dengan pengisian ml air pada suhu kamar. B. memenuhi standar ASTMD3492-83. C. luas kondom = 80 cm2

SEMOGA BERMANFAAT ATAS PENGETAHUAN YANG SEDIKIT INI. AMIN

YUNITA DISKARIANI LESTARI

Depok, 30 Juni 1990

Seuntai suratku

Seuntai surat ku

Untuk Pangeran Sesaatku yang Sholeh

Dear Pangeranku,……………….

Mungkin hanya ucapan Terima Kasih yang amat sangat beserta maaf yang bisa aku ucapkan untuk pangeran sesaatku. Kamu sangatlah baik, bahagia dan bangga bias menjadi putri yang memiliki pangeran sholeh walaupun hanya sesaat dalam kehidupan ku yang nyata. Aku berbuat begini, aku memperbalikan fakta, aku berbohong dan aku berkata yang semuanya itu bertentangan dengan kebenaran hatiku, semua itu ku lakukan untuk pangeranku yang ternyata memang sudah mempunyai cewek sempurnanya yang faktanya memang bukan aku. Aku sangat menerima takdir ini, aku iklas akan semua perjalanan cinta ini karna aku ga mau menghancurkan impian pangeran sholehku. Biarkan hati ku yang mengalah, biarkan jasad ku yang menanggung rasa sakit ini ketika harus ku ucapkan kata perpisahan yang sesungguhnya berat ku ucapkan, sangat berat ku akhiri cerita ini antara putri dan pangerannya namun semua ini demi Pangeranku dan demi cewek sempurna itu yang ku yakin dia sangat sholehah dan cerdas. Sangat terciutkan batin ini kala aku melihat akan kekuranganku. Wahay pangeran sholehku, bersenanglah akan impian yang ga akan aku hancurkan dan berbahagialah karna aku akan selalu ceria dalam kenang mu. Janjiku dalam hati yang tlah terluka.

YUNITA DISKARIANI LESTARI

Depok, 30 JUNI 1990

04 Mei, 2008

filsafat ilmu dan logika

Pelajaran Filsafat Ilmu dan Logika 2

Dasar-dasar Ilmu Pengetahuan dan Kepastian Kebenaran

* * * *

Dasar-Dasar Pengetahuan

Dasar-dasar pengetahuan (knowledge) adalah beberapa hal yang secara hakiki diandaikan sebagai faktor yang memungkinkan adanya pengetahuan. Sudarminta (2006: 32-43), Sarwono (1998: ), dll., menyebut dasar-dasar pengetahuan tersebut. Yakni:

Pertama, pengalaman (experience). Ada dua pengertian pengalaman (experience). Pertama, an event that is lived through or undergone, as opposed to one imagined or thought about. Kedua, knowledge or skill resulting from instructive events and practice. Yakni, pengalaman yang dialami secara sadar oleh manusia. Baik berupa pengalaman inderawi maupun pengalaman nir-inderawi. Yang termasuk pengalaman nir-inderawi adalah pengalaman pribadi orang per orang atau kelompok yang bersifat individual. Keseluruhan pengalaman manusia dapat dipetakan menjadi dua kategori: primer dan sekunder. Pengalaman primer adalah pengalaman langsung akan persentuhan inderawi dengan benda-benda kongkrit atau fakta-fakta obyektif kasat mata atau peristiwa melalui penyaksian terhadap diri sendiri. Sedangkan pengalaman sekunder adalah pengalaman tidak langsung, pengalaman reflektif yang didasarkan pada pengalaman primer. Misalnya, saya sadar akan adanya kenyataan lain di luar saya yang merangsang organ-organ tubuh saya dan saya juga sadar akan kesadaran saya, sehingga saya bisa memastikan bahwa fenomena tersebut benar adanya.

Pengalaman, kata Sudarminta (2006: 32-33), memiliki tiga ciri pokok: (1) pengalaman manusia sangat beraneka ragam. Kita pernah melihat, mendengar, menyentuh, mencecap, membau, dan merasakan sesuatu; (2) pengalaman manusia selalu berkaitan dengan obyek tertentu di luar diri kita sebagai subyek. Yakni, pengalaman terjalin melalui hubungan antara subyek yang mengalami dengan obyek yang dialami; (3) pengalaman manusia terus bertambah dan bertumbuh seiring dengan bertambahnya usia, kesempatan, dan tingkat kedewasaan manusia.

Kedua, ingatan (memory). Yakni, ability to recieve past experience, based on the mental processes of learning or registration, retention, recall or retrieval, and recognition. Tanpa ingatan (memory), maka pengalaman inderawi manusia tidak akan dapat berkembang menjadi pengetahuan. Dengan mengingat, kita dapat mengumpulkan pengetahuan sehingga terbentuk wawasan, menambah kecakapan, mengasah ketrampilan. Apa yang diketahui, dipelajari, dan dilakukan orang sebelumnya dikritik, ditambah, dan diperkaya, sehingga semakin canggih dan kompleks.

Ketiga, kesaksian (witness). Ada dua makna kesaksian (witness). Yakni, pertama to observe an occurence of any sort. Usually, but not necessarily, limited to visual observation. Kedua, a person who can reliably report memory of an occurance seen or heard. Arti penting kesaksian (witness) untuk memperoleh pengetahuan adalah sebagai penegasan terhadap sesuatu sebagai hal yang benar oleh seorang saksi kejadian atau peristiwa, dan diajukan kepada orang lain sebagai hal yang dapat dibuktikan sehingga terpercaya. Di sini, kata “percaya” dimaksudkan sebagai pengakuan atas sesuatu sebagai benar didasarkan pada keyakinan akan kewenangan atau jaminan otoritas seorang yang memberi kesaksian. Di samping kesaksian diri sendiri, pengetahuan juga seringkali kita peroleh melalui kesaksian orang lain yang kita percaya kredibilitas moral dan intelektualnya. Ilmu pengetahuan seperti sejarah, hukum, politik, dan agama secara metodologis banyak bersandar pada kesaksian orang.

Keempat, minat (interest), perhatian (intention), dan rasa ingin tahu (curiousity). Minat (interest) adalah an attitude characterized by a desire to give selective attention to something significant to the individual. Likes or dislikes for activities and objects. Perhatian (intention) adalah a decision to act in a certain way or impulse for purposeful action, wheter conscious or not. Sementara rasa ingin tahu (curiousity) adalah the impulse to investigate, observe, or gather information, particularity when the material is novel or interesting. Tidak semua pengalaman, kesaksian, dll., berkembang menjadi pengetahuan. Untuk dapat berkembang menjadi pengetahuan, subyek yang mengalami sesuatu perlu memiliki minat (interest), perhatian (intention) dan rasa ingin tahu (curiousity) terhadap diri dan lingkungan di luar dirinya. Minat mengarahkan perhatian manusia terhadap hal-hal yang dialami dan dianggap penting untuk diperhatikan. Karena di dalam kegiatan mengetahui sebenarnya selalu sudah terkandung unsur penilaian (judgement) di dalamnya. Orang akan mengamati terhadap apa yang dia anggap bernilai. Sedangkan rasa ingin tahu (curious) mendorong orang untuk bertanya dan terus melakukan penyelidikan atas apa yang dialami dan menarik minatnya. “Semua manusia”, kata Aristoteles dalam pendahuluan karyanya yang berjudul Metafisika, “ingin mengetahui”. Rasa ingin tahu (curious) terkait erat dengan pengalaman kekaguman atau keheranan akan apa yang dialami. “Kegiatan filsafat sendiri di mulai dengan pengalaman akan kekaguman atau keheranan akan apa yang terjadi dalam diri dan lingkungannya”, kata Plato.

Kelima, pikiran (mind) dan penalaran (reasoning). Pikiran (mind) di sini adalah a tri-partite dimensional system of the mind developed by structural psychologists. Including (a) cogniton: the “knowing” aspects of the mind including perceptions, sensations, memory, intelligence, creativity; (b) affection: “emotions” such as fear, anger, hatred, baredom, fatigue; and (c) conation: “motivation” such as needs, wants, desires, goals, ambition. Sementara penalaran (reasoning) adalah a type of thinking that depends upon logical process further evidence, seems to be logical and possibly true and correct. Pikiran (mind) dan penalaran (reasoning) menjadi penting untuk dapat memahami dan menjelaskan apa yang dialami, manusia perlu melakukan kegiatan berfikir. Sedangkan berfikir (thinking) mengandaikan adanya pikiran (mind). Terdorong oleh rasa ingin tahu (corious), pikiran mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang relevan terhadap persoalan yang dihadapi. Kegiatan pokok pikiran dalam mencari pengetahuan adalah penalaran (reasoning). Penalaran (reasoning) merupakan proses bagaimana pikiran menarik kesimpulan dari hal-hal yang sebenarnya telah diketahui.

Penalaran (reasoning) bisa berbentuk induksi, deduksi, dan abduksi. Induksi adalah proses penalaran untuk menarik kesimpulan umum (universal) dari berbagai kejadian atau kasus-kasus khusus (partikular). Pembuatan generalisasi biasanya didasarkan pada sebuah penelitian atau penyelidikan terhadap suatu kasus dan kemudian menemukan adanya pola yang terus berulang. Deduksi adalah bentuk penalaran yang berangkat dari suatu pernyataan atau hukum umum ke kejadian khusus, yang niscaya dapat diturunkan dari pernyataan atau hukum umum tersebut. Sedangkan abduksi adalah penalaran untuk merumuskan sebuah hipotesis berupa pernyataan umum yang kemungkinan kebenarannya masih perlu diuji coba lebih lanjut.

Misalnya, diketahui bahwa semua pohon mangga di kebun P Amat adalah jenis mangga manalagi. Di dapur P Amat ada sekeranjang buah mangga, dan kesemuanya jenis mangga manalagi. Bisa disimpulkan, ada kemungkinan bahwa mangga-mangga manalagi itu dipetik dari kebun P Amat sendiri.

Keenam, Logika (logic). Yakni, a series of rules for coming to the correct conclusion based on premises, including the use of sillogisms, inductive, and deductive thinking process. Dengan demikian, kegiatan penalaran (reasoning) tidak dapat dilepaskan dari logika (logic). Tidak sembarang kegiatan berfikir (thinking) dapat disebut penalaran (reasoning). Penalaran (reasoning) adalah berfikir menurut asas kelurusan berfikir atau sesuai dengan hukum logika. Logika bisa berbentuk induktif, dedktif, dan abduktif. Karena itu, hanya penalaran yang membawa kepada kesimpulan ketiga bentuk hukum logika di atas yang dapat dikatakan sahih (valid).

Penalaran deduktif biasanya diharapkan dalam bentuk silogisme. Setiap silogisme mempunyai dua macam premis (yakni, premis mayor dan premis minor) dan satu kesimpulan (inference). Sebuah silogisme dapat bersifat kategoris, hipotetis, dan disjungtif. Silogisme kategoris adalah silogisme yang terdiri dari proposisi-proposisi yang bersifat kategoris.

Misalnya, S itu P, dan S itu bukan P. Karena itu, silogisme kategoris dapat bersifat positif (is) dan negatif (is not). Silogisme hipotetis adalah silogisme dalam proposisi yang bersyarat. Bisanya berbentuk: kalau... maka.... atai jika... maka... (dalam bahasa Inggris: either ... or ... atau neither .... nor ...

Ada dua macam silogisme hipotetis, yakni:

Modus Panens: kalau p => q

Tetapi p

Maka, q

Modus tollens: kalau p => q

Tetapi q

Maka, p

Silogisme disjungtif adalah silogisme yang sahih hanya dalam sdalah satu kemungkinan yang menyingkirkan kemungkinan-kemungkinan yang lain.

Contoh: atau p, atau q, atau r

Tetapi bukan p, dan bukan q

Maka, r

Ketujuh, bahasa (language). Bahasa adalah any means, vocal, or other, of expressing or communicating thought or feeling. Bahasa merupakan penanda sesuatu, dengan kegiatan menanda sehingga manusia menyamakan simbol-simbol yang menandakan ide atau sesuatu dengan pihak lain. Dengan cara ini, manusia dapat menjalin komunikasi dengan pihak lain. Berkat kemampuannya berbahasa, manusia mampung mengembangkan pengetahuannya, dan mengikatnya dalam bentuk tulisan dalam bahasa tertentu. Dengan bahasa, manusia bukan hanya dapat mengungkapkan dan mengkomunikasikan pikiran, perasaan, dan sikap batinya, tetapi juga menyimpan, mengingat kembali, mengulas, dan memperluas apa yang sampai sekarang telah diketahuinya.

Kedelapan, kebutuhan hidup manusia (human needs or interest). Memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan merupakan suatu bagian hakiki dari cara berada manusia. Knowing is a mode of being. Pengetahuan, baik yang pra ilmiah maupun yang ilmiah, dapat dikatakan merupakan upaya manusia untuk menafsirkan, memahami, dan akhirnya juga untuk menguasai dan memanfaatkan dunia sekitar guna menunjang pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Pengetahuan yang benar, pada dasarnya dicari manusia untuk dapat bertindak secara tepat. “Pengetahuan (knowledge)”, kata John Macmurray (1978: 33), “adalah demi tindakan (is for the sake of action)”.

* * * *

Dari “Pengetahuan” (Knowledge), menuju Sains

Kedelapan faktor yang dapat memberi pengetahuan kepada di atas dapat berfungsi sebagai pemasok (suplyer) yang jika diolah akan menjadi bahan untuk merumuskan ilmu pengetahuan. Jika sudah menjadi ilmu pengetahuan (sains), maka sifatnya menjadi obyektif, metodologis, dan empiris. Keberannya bersifat relatif.

* * * *

Science, dan Pseudo-Science

Dalam sebuah buku yang sangat menarik, Critical Thinking in Psychology, John Ruscio (2006: 6-10) mendaftar sepuluh karakteristik yang menjadi indikator sebuah sains, yang tampak luarnya sebagai sains, namun mengidap potensi untuk disebut sebagai sains yang semu (pseudo-science). Kesepuluh karakteristik tersebut adalah:

1. Outward appearance of science: pseudo-science boleh jadi menggunakan bahasa yang seakan-seakan ilmiah, tetapi bahasa yang ia gunakan tidak ada isinya yang bersifat subtansial. Bahasa atau jargon yang biasa digunakan para ilmuwan, biasanya hanya digunakan sebagai alat komunikasi di antara para ahli. Pseudo-science menggunakan bahasa-bahasa yang glamour dalam menjelaskan sesuatu. Perbedaan antara sains dengan pseudo-science, misalnya, terlihat pada bagaimana ahli fisika menjelaskan dengan jernih pengertian dari energi.

2. Absence of skeptical peer review: karya pseudo-science tidak seperti sains dipublikasikan melalui journal, konferens, seminar, dll., demi untuk memperoleh koreksi, komentar, dan mekanisme mengecek kesalahan.

3. Reliance on personal experience. Yakni, sains senantiasa didasarkan pada penelitian empiris yang sistematis. Ini berarti bahwa ilmuwan melakukan kontrol yang ketat terhadap kajian atau penelitian yang bertujuan mengetes hipotesis atau proposisi yang dikemukakannya. Pseudo-sains tidak melakukan itu.

4. Evassion of risky tests: sains dibangun dengan berbagai hipotesis dan proposisi, yang sekali tidak terbukti akan gugur selamanya. Karena itu, penelitian dan kajian selalu merupakan tes yang penuh resiko.

5. Retreats to the supernatural: sains berisi metode untuk menyingkap prinsip-prinsip dalam alam semesta, agar hasil observasinya valid secara ilmiah.

6. The mantra of holism: tugas utama ilmuwan adalah mengurai apa inti perbedaan antara peristiwa, gejala, atau fakta yang tampaknya saling berhimpitan untuk memperkaya teori. Misalnya, mengidentifikasi partikel sub-atom, unsur-unsur chemical, penyakit badan, gangguan mental, dll.

7. Tolerance of inconsistencies: ilmuwan mendeskripsikan masalah dengan prinsip-prinsip logika formal, pseudo-sains tidak demikian.

8. Appeals to authorithy: sains selalu berdasarkan data empiris, agar setiap orang dapat membaca dan mengkritisi secara terbuka tahap-tahap penelitian empiris dan kesimpulan penelitian ilmiah.

9. Promising the impossible: sains sangat menghormati keterbatasan ilmu pengetahuan dan kapabilitas teknologi dewasa ini.

10. Stagnation: perkembangan sains sangat cepat, sementara pseudo-science mandeg.

Agar tidak terjebak pada pseudo-science, maka solusi yang ditawarkan Ruscio adalah berfikir secara kritis (thinking critically). Yang dimaksud dengan berfikir secara kritis oleh Ruscio adalah serangkaian kemampuan seseorang yang membebaskan seseorang, terutama pada saat seseorang tersebut berfikir, sehingga hasil pemikirannya membebaskan namun terlihat sangat hati-hati. Berfikir kritis membuat diri sendiri puas dan nyaman dengan keputusan yang diambilnya. Berfikir kritis tidak mengarahkan pada “apa” yang harus dipercayai, tetapi pada bagaimana mereka sampai pada pilihan-pilihan yang benar, yang sangat sesuai dengan nilai yang dipeganginya.

Termasuk jika harus menelaah kembali klaim-klaim ilmu pengetahuan dengan mengidentifikasi pada bagaimana penalaran ilmiah (scientific reasoning) dilakukan. Penalaran ilmiah yang dijadikan landas tumpu perumusan ilmu pengetahuan itu, antara lain, berupa hal-hal sebagai berikut:

· Falsifiabilitas;

· Logic;

· Comprehensiveness;

· Honesty;

· Replicability;

· Sufficiency.

* * * *

Benar, Tepat, dan Pasti

Demi kejernihan (clear) dan keakuratan (precise) peristilahan yang digunakan, penting dijelaskan tentang istilah seperti “kebenaran”, “ketepatan”, dan “kepastian” dalam filsafat ilmu pengetahuan. Semua itu agar ilmu pengetahuan yang dibangun dapat dipercaya (credible).

Sejak zaman Yunani Kuno, Aristoteles misalnya, telah mengadakan pembedaan antara hasil pengetahuan yang benar dari pengetahuan yang tepat. Istilah “benar” menyangkut isi pengetahuan itu sendiri. Jika ilmu pengetahuan memberi pernyataan atau informasi, maka content dari informasi tersebut benar. Sedangkan istilah “tepat” berkenaan dengan jalan yang ditempuh untuk mencapai pengetahuan yang dianggap benar. Jadi, istilah “tepat” digunakan untuk membicarakan tentang metodologi. Tegasnya, istilah “tepat” merujuk pada cara kerja, baik pada metodologi yang digunakan sebagai alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan, maupun pada prosedur yang ditempuh untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan tersebut.

Istilah “tepat” dalam ilmu-ilmu sosial (social sciences) tercermin pada tiga hal berikut: Pertama, tepatnya cara kerja penemuan, baik dalam proses terjadinya ilmu-ilmu maupun dalam penyampaian hasilnya secara didaktis. Kedua, tepatnya cara kerja dalam penerapan hasil ilmu. Ketiga, hanya untuk ilmu-ilmu kemanusiaan (humanity sciences): tepatnya kesadaran akan hubungan timbal balik antara subyek pengetahuan dengan obyeknya. Inilah yang kemudian disebut dengan pendekatan dialektis yang menandai cara kerja ilmu-ilmu kemanusiaan.

Sedangkan istilah “benar” nanti akan dijelaskan secara mendetail tentang teori-teori kebenaran. Dalam ilmu pengetahuan, ke”pasti”an disamakan dengan akurasi (acuration). Dalam ilmu-ilmu empiris, termasuk ilmu humaniora, atau disebut social sciences, mengejar kepastian dalam dua arti: pertama, mengejar kepastian tentang eksplanasi dari gejala-gejala yang diselidiki; kedua, kepastian mengenai kesimpulan yang dapat ditarik dari hukum yang berlaku.

Sedangkan dalam konteks ilmu pasti (natural sciences), kepercayaan diletakkan pada dua hal: pertama, dalam konteks penemuan (context of discovery), sebagai mengenai usaha coba-coba; kedua, dalam konteks pembenaran (context of justification) dari salah satu sistem matematika atau logika yang sudah jadi dan berdiri sendiri. la tidak berupa hipotesa lagi, melainkan berupa ungkapan yang bersifat aksiomatis, hukum, dan dalil-dalil.

* * * *

Macam-Macam Pengertian Kebenaran

Apa itu kebenaran?

“Kebenaran” berasal dari bahasa Yunani al├Ętheia yang berarti “ketaktersembunyian adanya” (the uncoverness of being) atau “ketersingkapan adanya” (the unhiddenness of being). Karena itu, selama kita masih terikat pada “yang ada” (the beings) dan tidak masuk pada “adanya dari yang ada itu” (the being of all beings), berarti kita belum berjumpa dengan kebenaran. Karena “adanya” (the being) itu masih tersembunyi. Menurut Plato, kebenaran sebagai ketaktersembunyiannya adanya itu tidak dapat dicapai manusia selama hidupnya di dunia ini. Pengertian kebenaran yang dikemukakan Plato di atas, disebut Thomas Aquinas dengan kebenaran ontologis.

Berdasarkan argumen itu, kebenaran, kata Sudarminta (2006: 127), biasanya dimengerti sebagai kesesuaian antara apa yang dipikirkan dan/atau dinyatakan dengan “kenyataan yang sesungguhnya” (fact as it is). Dalam pengertian ini, kenyataan yang sesungguhnya menjadi tolok ukur penentu penilaian.

Kebenaran, kata Verhaak (1991: 131), adalah kenyataan adanya (being) yang menampakkan diri sampai masuk akal. Karena sering dirancukan, Sudarminta (2006: 124-5), menegaskan penggunaan istilah yang kiranya diperlukan.

Pertama, istilah “benar-salah” (dalam bahasa Inggris disebut true-false) digunakan untuk menilai sifat atau kualitas suatu proposisi atau makna.isi suatu pernyataan.

Kedua, istilah “betul-keliru” (dalam bahasa Inggris truth-error) digunakan untuk menilai keadaan orang atau si pembuat pernyataan sebagai akibat dari pertimbangan atau putusannya atas suatu proposisi. Misalnya, orang bisa keliru karena menganggap dan meyakini benar apa senyatanya salah, ketika menyatakan: “Matahari berputar mengelilingi Bumi”.

Ketiga, istilah “tepat-meleset” (dalam bahasa Inggris correct-incorrect) digunakan untuk menilai jawaban atas suatu pernyataan atau persoalan.

Keempat, istilah “sahih-tidak sahih” (dalam bahasa Inggris valid-invalid, terkadang juga disebut sound-unsound) digunakan untuk menilai proses, prosedur atau langkah-langkah penalaran dan penyimpulan suatu argumen: lurus tidaknya, sesuai atau tidak dengan kaidah penalaran.

Setelah mendudukkan beberapa istilah pada “tempatnya”, maka kiranya perlu kita sadari pembedaan pengertian kebenaran yang bisa dilakukan.

Pertama, biasanya orang membedakan antara “kebenaran faktual” dengan “kebenaran nalar”. Kaum postivis logis mengklaim tidak ada kebenaran lain selain kedua kebenaran tersebut. Kebenaran faktual adalah kebenaran tentang ada tidaknya secara faktual di dunia nyata sebagaimana dialami manusia (biasanya diukur dengan dapat tidaknya ketika diamati secara inderawi) apa yang dinyatakan. Misalnya, “bumi itu bulat” memang secara faktual demikian. Kebenaran nalar adalah kebenaran yang bersifat tautologis dan tidak menambah pengetahuan baru mengenai dunia ini, tetapi dapat merupakan sarana yang berdaya guna untuk memperoleh pengetahuan yang benar tentang dunia ini. Misalnya, kalau A > B, B > C, maka A > C.

Kedua, para ahli, termasuk Thomas Aquinas, membedakan antara kebenaran ontologis (veritas ontologica) dan kebenaran logis (veritas logica). Kebenaran ontologis adalah kebenaran yang terdapat dalam kenyataan, entah spiritual atau material, yang meskipun ada kemungkinan untuk diketahui, masih lepas dari gejala pengetahuan. Misalnya, kebenaran tentang adanya Tuhan, tentang keabadian jiwa, dll. Sedangkan kebenaran logis adalah kebenaran yang terdapat dalam akal budi manusia si penahu, dalam bentuk adanya kesesuaian antara akal budi dan kenyataan.

Ketiga, sebagai reaksi terhadap paham kebenaran Materialisme Ilmiah yang menyamakan antara kebenaran dengan kenyataan, yang dapat dibuktikan berdasarkan pengamatan inderawi, atau kenyataan yang bersifat publik dan impersonal, kaum Eksistensialis menekankan pentingnya akan kebenaran eksistensial. Dengan kebenaran eksistensial dimaksudkan apa yang secara pribadi (personal) berharga bagi subyek yang bersangkutan dan pantas untuk dipegang teguh dengan penuh kesetiaan. Jika kebenaran ilmiah bersifat eksternal terhadap subyek, maka kebenaran eksistensial bersifat internal terhadap subyek.

* * * *

Kedudukan Kebenaran

Sudarminta (2006: 128-9) menyatakan bahwa tempat kedudukan kebenaran pengetahuan dalam tradisi Aristotelian lebih diletakkan dalam obyek atau kenyataan yang diketahui. Sedangkan dalam tradisi Platonis diletakkan pada subyek yang mengetahui. Bagi manusia, makhluk yang terbatas ini, kebenaran sebagai ketersingkapan kenyataan sebagaimana adanya ternyata tidak bisa disaksikan secara sekaligus dan menyeluruh. Setiap penyingkapan tabir (disclosure) selalu tidak pernah sama sekali terbebas dari perjumpaan tabir baru yang masih menutupi (closure) kenyataan tersebut. Maka, pencarian dan penemuan kebenaran merupakan proses yang tak kunjung henti. Kalau kebenaran akhirnya berada dan dapat tersingkap dalam relasi antara subyek dan obyek, padahal keduanya menyejarah, maka penegasan kebenaran pengetahuan tak dapat dilepaskan dari konteks sejarah

* * * *

Teori-Teori Kebenaran

Sebuah teori kebenaran tidak hanya memuat pengertian istilah kebenaran, tetapi juga menetapkan syarat-syarat yang perlu dipenuhi agar suatu pernyataan atau kepercayaan dapat disebut benar. Dengan kata lain, di dalamnya juga termuat tolok ukur untuk bagaimana mengenalinya. Tentang cara mengenali ini, ada beberapa teori yang dapat membantunya. Yakni:

Pertama, Teori Kebenaran Korespondensi atau Kesesuaian (correspondence theory of truth). Tokoh-tokoh teori ini adalah Leibniz, Wittgenstein, dan kaum Atomis Logis. Secara umurn, teori ini pada dasarnya mengatakan bahwa "suatu pernyataan dianggap benar kalau pernyataan tersebut berkorespodensi (sesuai) dengan obyek yang dirujuk oleh pernyataan tersebut". Jaminan kebenaran di sini adalah adanya kesamaan atau setidak-tidaknya kemiripan struktur antara apa yang dinyatakan (proposisi yang diungkapkan dalam kalimat) dan suatu fakta obyektif di dunia nyata yang dirujuk oleh pernyataan tersebut. Contoh, "Gunung Cede terletak di daerah Jawa Barat" itu benar, karena isi pengetahuan yang terkandung dalam pernyataan tersebut sesuai dengan fakta geografis.

Teori kebenaran korespondensi ini memiliki beberapa versi, karena perbedaan asumsi dasarnya. Leibniz misalnya, mendasarkan diri pada asumsi adanya keselarasan yang sudah ditetapkan lebih dahulu oleh Tuhan (pre-established harmony) antara tatanan pengetahuan dan tatanan kenyataan.

Kedua, Teori Kebenaran Koherensi (coherence theory of truth). Teori ini berakar pada dua hal: (1) fakta bahwa matematika dan logika adalah sistem deduktif yang ciri hakikinya adalah konsistensi; (2) sistem metafisika rasionalistik yang seringkali mengambil inspirasi dari matematika. Oleh karena itu, kaum rasionalis dan kaum positivis logis sangat gandrung pada teori ini. Menurut teori ini, tolok ukur suatu pernyataan dianggap benar bila pernyataan itu bersifat koheren atau konsisten dengan sistem pernyataan sebelumnya yang sudah diandaikan kebenarannya.

Teori koherensi cocok untuk digunakan untuk menilai pernyataan-pernyataan logis dan matematis. Misalnya, A > B, dan B > C, maka A > C.

Ketiga, Teori Kebenaran Pragmatis (pragmatism theory of truth) yang dikemukakan Charles S. Pierce, William James, John Dewey, dan A. R. White.

Secara umum, pragmatisme adalah paham pemikiran yang menekankan akal budi manusia sebagai sarana pemecahan masalah dalam menghadapi persoalan kehidupan manusia, baik yang bersifat praktis maupun teoritis. James mengatakan, bahwa tolok ukur untuk menilai apakah suatu pernyataan itu benar atau tidak, hanya dari kenyataan apakah pernyataan itu kalau diwujudkan dalam tindakan (atau dioperasionalisasikan) akan sukses atau membawa hasil seperti diharapkan, maka ini berarti menyamakan yang benar dengan berhasil atau yang sukses. Something is true if it works, kata James.

Apakah sudah tentu demikian? Belum tentu. Inilah yang kemudian dikritik oleh Dewey. Teori ini masuk akal sejauh yang dibicarakan menyangkut kasus-kasus adanya masalah yang harus dipecahkan atau adanya penyelidikan yang perlu dilakukan. Namun, begitu kita mulai memikirkan adanya perbedaan antara menerima sesuatu sebagai benar dan menerima bahwa senyatanya memang benar, muncullah kesulitan teori pragmatis. White menyebutkan bahwa ada perbedaan antara sesuatu yang "dapat diterima" sebagai benar dan sesuatu yang "memang senyatanya memang" benar. Yang pertama merupakan suatu bentuk kesepakatan (yang tetap bisa saja salah), sedangkan yang kedua senyatanya secara faktual memang benar.

Oleh karena itu, teori ini cocok untuk digunakan untuk menilai pernyataan-pernyataan empiris faktual. Misalnya, "hari ini saya sakit kepala, karena memang lagi sakit flu". Teori ini juga cocok untuk menilai kebenaran pernyataan-pernyataan ilmiah sebagai hipotetis yang masih perlu dibuktikan. Misalnya, "Semakin banyak hutan digunduli, semakin banyak erosi dan tanah longsor terjadi".

Teori koherensi dan teori pragmatis bisa dikatakan menggarisbawahi dua sifat kebenaran dari teori korespondensi, karena kalau suatu proposisi itu benar berkat adanya korespondensi antara isi proposisi tersebut dengan hal atau benda yang dirujuk olehnya, maka: (1) proposisi itu koheren atau konsisten dengan proposisi-proposisi lain yang benar; (2) proposisi tersebut kalau diuji dalam praktek akan membawa hasil positif yang diharapkan.

Keempat, Teori Kebenaran Semantik (semantism theory of truth) yang dikemukakan oleh Tarsky. Teori ini sesungguhnya hanya memberi penjelasan lebih lanjut dari apa yang diyakini oleh penganut teori koherensi dan pragmatis. Penganut teori koherensi dan pragmatis dapat saja kita menerima konsep kebenaran semantik Tarsky sebagai teori yang "menunjukkan" apa arti kalau mereka mengatakan bahwa suatu proposisi itu benar. Teori semantik Tarsky menyatakan, kalau "p" itu benar, apabila dan hanya apabila itu memang "p". Yakni, pernyataan "hari sedang turun hujan" itu benar adanya, apabila dan hanya apabila memang dalam kenyataan di luar pikiran manusia sesungguhnya "hari sedang turun hujan".

Kelima, Teori Kebenaran Performatif (performative theory of truth). Teori ini mengemukakan bahwa suatu pernyataan atau ujaran itu benar apabila apa yang dinyatakan itu sungguh terjadi ketika pernyataan atau ujaran itu dilakukan (performed). Misalnya, ketika pimpinan MPR melantik dua orang pejabat dengan menyatakan: "Dengan ini saya melantik anda berdua menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia", maka pernyataan itu benar karena diucapkan oleh pimpinan institusi yang berwenang kepada orang yang memang akan mengerjakan isi dari apa yang dinyatakannya. Pernyataan itu tidak benar jika diucapkan oleh institusi yang tidak berwenang kepada mereka yang bukan berhak.

Keenam, Teori Kebenaran Konsensus (Consensus theory of truth) yang dikemukakan Thomas Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolution. Yang kemudian mengembangkan apa yang disebut Etika Diskursus, yang dikembangkan oleh Juergen Habermas.

Kuhn menjelaskan bahwa teori ilmiah dianggap benar kalau dapat disetujui oleh komunitas ilmuwan dari bidang ilmu yang bersangkutan sebagai benar. Konsensus para ahli bidang ilmu yang bersangkutan de facto dalam praktek menjadi penentu benar tidaknya suatu teori. Seperti ketika dia menyatakan: there is no standard higher than the assent of the relevant community. Bagi Kuhn, tujuan pokok sains, yang kegiatannya selalu bergantung pada paradigma yang dianut, bukan untuk mencari kebenaran, tetapi memecahkan teka-teki (puzzles solving) yang terhampar dalam alam semesta. Salah satu tolok ukur utama untuk menilai apakah dibandingkan dengan waktu sebelumnya semakin banyak teka-teki yang tersajikan dalam alam semesta terpecahkan atau tidak.

Sementara teori kebenaran konsensus yang dikemukakan oleh Habermas, syarat untuk kebenaran pernyataan-pernyataan adalah kemungkinan adanya persetujuan dari para partisipan rasional dalam satu diskursus. Kebenaran berarti suatu janji akan tercapainya suatu konsensus rasional. Suatu pernyataan dapat disebut benar kalau klaim validitas yang dimunculkan oleh tindak-tutur yang kita pakai untuk menegaskan pernyataan tersebut adalah absah. Untuk itu, kata Habermas (1973: 211-265), maka syarat-syarat berikut diandaikan terpenuhi: (I) pernyataan itu mesti mudah dipahami; (2) isi proporsional dari pernyataan tersebut benar; dan (3) sewajarnya atau dapat dibenarkan bahwa si pembicara membuat ujaran tersebut; dan (4) si pembicara berbicara benar dan jujur.

Ketujuh, teori kebenaran religious (religious theory of truth), yakni kebenaran yang didasarkan pada dogma ajaran agama. Sebagaimana sifat kebenaran yang dikemukakan oleh berbagai teori di atas, kebenaran yang dikemukakan oleh teori kebenaran ini juga tidak bisa diganggu gugat. Pendek kata, kebenaran berdasarkan agama memiliki otoritas yang sama dengan berbagai jenis kebenaran yang lain. Misalnya, Tuhan Esa, adalah benar karena menurut doktrin agama, Islam mengajarkan Tuhan itu Maha Esa.

* * * *

Kebenaran dan Kekeliruan

Kata "keliru" dan "salah" dalam ilmu pengetahuan itu berbeda. Kekeliruan berarti menerima sebagai benar apa yang senyatanya salah, atau menyangkal apa yang senyatanya benar. Kekeliruan adalah sesuatu yang menyangkut tindakan kognitif subyek penahu, sedangkan kesalahan adalah hasil dari tindakan tersebut. Kekeliruan muncul muncul akibat kegagalan dalam mengidentifikasi bukti yang tepat; menganggap bukti sudah mencukupi padahal belum atau sebaliknya menganggap bukti belum cukup padahal sudah.

Sudarminta (2006: 135-6) mengidentifikasi faktor penyebab kekeliruan dan kesalahan. Faktor penyebab yang dapat memungkinkan terjadinya kekeliruan dapat disebut, misalnya, kompleksitas dan atau kekaburan perkara yang jadi persoalan. Sementara faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kekeliruan, adalah: (1) sikap terburu-buru dan kurang perhatian dalam salah satu tahap atau bahkan seluruh proses kegiatan mengetahui; (2) sikap takut salah yang keterlaluan, atau sebaliknya, sikap terlalu gegabah dalam melangkah; (3) kerancuan dan kebingungan akibat emosi, nafsu, perasaan tentang suatu hal, tetapi mengganggu konsentrasi atau membuat kurang terbuka sikapnya terhadap bukti-bukti yang tersedia; (4) prasangka dan bias, baik individu maupun sosial; (5) keliru dalam penalaran atau tidak mematuhi kaidah-kaidah logika.