11 Juli, 2015

FACKING BAD

Ada yang tahu Facking bad artinya apa? Iya betul, menampilkan perilaku buruk di depan orang yang sebenarnya itu bukan sifat kita. Tujuannya untuk apa? Macem-macem sesuai kebutuhan.

Ada juga yang lain namanya Facking good atau menampilkan perilaku baik di depan orang yang sebenarnya juga bukan sifat kita. Tujuannya juga macem-macem sesuai kebutuhan.

Karena di atas saya memberikan judul Facking bad maka saya akan bercerita tentang kenapa saya melakukan Facking Bad.

Jujur, ga tau kenapa saya sering melakukan Facking bad di depan bunda saya. Saya selalu ingin saja terlihat buruk di depan bunda saya, ada apa yaa dengan saya. Alhasil kerjaannya saya hampir setiap hari dimarahin sama bunda saya. Saya ngerasa, lebih baik begini. Sudah terlanjur karena dari kecil saya sudah sering di jelek-jelekin oleh bunda saya, dari cap oon, lemot, bego, letoy, ga bisa apa-apa sampe yang paling dalem setiap kerjaan yang saya lakukan selalu dibilang ga guna.

Saya si cooling down aja, buktinya saya tetep nyuci baju ayah dan bunda, saya tetap bebenah rumah, saya tetap nyuci piring, saya tetap nyapu-ngepel walaupun kerjaan yang saya lakukan tidak pernah di hargain. Tidak apa-apa yang penting saya bisa melakukan semua itu.

Sedih emang, kalau difikir-fikir dampaknya dengan kondisi psikologis saya, saya menjadi anak yang cepat sekali menangis. Namun nangisnya selalu sembunyi-sembunyi sampai saya akhirnya tumbuh menjadi perempuan yang tidak percaya diri. Namun Alhamdulillah Allah maha baik. Allah memutar sifat saya 360 derajat.

Yang posti sampai saat ini saya masih tumbuh jadi perempuan yang cengeng alias mudah menangis.

Saya berharap. Saya bisa tumbuh menjadi perempuan hebat yang bisa menciptakan generasi berkualitas dengan tutur kata yang baik. Biarkan saya saja yang mempunyai pengalaman seperti ini jangan sampai anak cucu saya mengalaminya. Aamiin.

Al-Fatihah untuk bunda semoga masuk syurga. I love you full, always.

Tidak ada komentar: