24 Juli, 2013

Dimana Letak Cinta

Saya pribadi sangat bingung dengan letak cinta yang sesungguhnya, apakah orang yang berani mengatakan cinta berarti orang itu mencintai? Menurut saya belum cukup. Menurut saya cinta itu bukan berani mengatakan, namun lebih dari itu, jika cinta, maka harus sanggup bertanggung jawab. Bagaimana mempertanggung jawabkan cinta? Menurut saya mudah saja, tinggal berusaha dan berdoa untuk menghalalkan cinta itu. Yahhh letak cinta menurut saya ialah pada kehalalan. 

Banyak sekali saya mendapati kasus, laki-laki yang mengatakan cinta namun setelah sebulan, dua bulan, tiga bulan didiamkan, cintanya hilang dan hinggap di hati lain, apa ituu yang dinamakan cinta, mudah hijrah ke lain hatii. Ohh tidakk, cinta itu kamu untuk aku, dan aku untuk kamu, kalau tidak bisa itu jangan katakan cinta, titik. 

Saya tetap akan memberikan 1 jempol untuk laki-laki yang dapat mengatakan cintanya dengan jujur, namun saya akan memberikan 2 jempol pada laki-laki yang dapat menahan perasaan cintanya ketika merasa bahwa cintanya belum dapat di pertanggung jawabkan. Dan saya akan memberikan 4 jempol pada laki-laki yang bekerja keras baik moril maupun materil untuk mewujudkan cintanya.

Membaca serangkaian buku Asma Nadia yang edisi “Paket Pengantin” membuat mata saya terbuka lebar, cinta bisa pergi begitu saja bukan dari yang pacaran saja, ternyata ketika sudah menikah, cinta pun bisa pergi, bahkan yang sudah punya anak 4 bisa mengatakan bahwa tidak cinta sama sekali dengan istrinya, OMG... lalu dimanakah letak cinta yang sesungguhnya, saya tetap percaya bahwa cinta itu ada pada setiap hati orang-orang yang bersyukur, walaupun saya sering sekali mendapati cinta yang hinggapnya wara-wiri mungkin karena hakikat hati itu sendiri yang hakikatnya mudah terbolak-balik kalii yaaa...
Cinta, apa benar yang disebutkan itu cinta, ketika malam baru saja mengatakan cinta selepas shalat isya berjama’ah dan besoknya sudah bisa jalan dengan perempuan lain yang notabennya ialah pacar yang masih di gantung statusnya. 

Cinta, apa benar yang disebutkan itu cinta, ketika sii perempuan tidak menjawab cintanya lantaran tidak mau diajak pacaran lalu seminggu kemudian sudah bisa mengatakan cinta pada perempuan yang berbeda.

Cinta, apa benar yang disebutkan itu cinta, ketika sii laki-laki di tolak cinta nya dan langsung mencari mangsa baru untuk menembak wanita lain.

Dimanakah letak cinta yang sesungguhnya, jika semurah dan segampang itu cinta hinggap dan berpindah ke hati-hati yang lain, lalu bagaimana dengan perasaan si hatiii yang berusaha beradaptasi dengan semua kejadian itu, jawabannya ialah diam saja, banyakin baca Al-Qur’an da Percaya pada Skenarionya Allah yang pasti Maha Baik itu.

Saya mempunyai cinta, namun saya akan mengemas cinta saya sebaik mungkin sampai saya dapat mempertanggung jawabkan cinta saya menuju cinta yang halal. Bismillah.

Yunita Jasmine


Tidak ada komentar: