20 Januari, 2011

Di Tinggal Sahabat

Di Tinggal Sahabat

The Story on Last Time Ago

Hari itu tepatnya hari senin. Dalam dinginya fajar aku merasakan bahwa tubuh ku sedang tidak sehat. Pagi ini aku harus ke kampus dikarenakan ada kuis yang mengharuskan aku datang. Tak lama aku berfikir, aku segera meminta adikku untuk menelepon sahabatku untuk menjemputku karena hanya dia yang dapat menolongku untuk bisa berangkat ke kampus. Sahabat ku pun datang. Tanpa menghabiskan banyak waktu, kita berangkat dengan berboncengan. Akupun sungguh berterimakasih karena aku bisa sampai di kampus tepat waktu. Pulangnya akupun di jemput untuk diantarkan pulang. Diperjalanan kita masih bercanda seperti biasa, tertawa dan bercerita di atas derasnya hujan yang hampir membasahi baju kita. Tak ada tanda-tanda kalau semua ini akan berakhir. Sesampainya dirumah kita masih makan dan bercerita bersama dengan aku, dia dan bunda ku. Akupun sama sekali tidak berfikir kalau hari itu akan menjadi pertemuan terakhir kita. Sahabatku pun pamit pulang dengan masih memajang senyum kecilnya yang selalu membuat aku bertambahnya semangat dalam mencari ilmu apasaja.

Kata-kata terakhir ku pun seperti biasa

Hati-hati y..

Salam buat umi…

Kalau sudah sampe rumah sms…

Suddenly…………………………………………………………………………………………….

Esok…..

Lusa…..

Seminggu….

Sebulan……

Tiga bulan…..

Lima bulan…..

Delapan bulan ……

Dan saat ini…….

Ternyata saya sudah ditinggalkanya tanpa sebab……

Sampai saat ini saya tidak tahu alasanya dan penyebabnya…..


Sepanjang waktu itupun saya baru menyadari kalau saya mengalami Kerapuhan yang amat sangat. Kerapuhan yang membuat saya menjadi wanita yang lebih cengeng, lebih bodoh dan lebih tak berguna. Tak ada keinginan untuk meraih apapun karena rasa sakit yang amat sangat. Entah karena apa? Saya pun tak dapat menjawabnya, dunia saya seakan kelabu, fikiran saya seakan dipenuhi oleh atom-atom negative yang membuat saya menjauh dari kehidupan pergaulan, yang membuat saya selalu mendadak menangis tanpa sebab, yang membuat saya selalu merasa tak bermanfaat dan tak ingin hidup. Semua serba emosi dan sedih tak ada kebahagiaan, tak ada canda tawa saya, tak ada senyum saya. Semua orang mengatakan kalau saya Berubah. Saya pun tak bisa menjawab, mengapa saya menjadi seperti ini? Apakah karena ditinggalkanya? Atau karena anti body saya yang tidak tahan akan perpisahan yang tanpa sebab itu? Atau karena saya……. Etc. banyak sekali fikiran-fikiran yang menjalar diotak saya yang saya pun tak bisa menjawabnya.

And Now……..

Ketika saya menyadari bahwa semua orang pasti akan meninggalkan kita.
Hanya Allah yang ada Kemarin, Saat ini, dan Esok
Ketika semua saya pasrahkan kepada sang Maha Pemberi Ketenangan.
Karena semua itu kesedihan saya menghilang 100%.

Sekarang saya Bahagia atas semua skenario-Nya.
Dan saya sangat berterimakasih atas semua pengalaman hidup dan Cerita hidup yang telah Dia buatkan untuk saya. Hari ini dan seterusnya saya akan selalu bersyukur dan bahagia…. Selamanya……

Dan saya tidak akan mengingat kejadian itu, karena sudah saya masukan dalam folder kelabu saya yang akan membuat saya untuk tidak ingin lagi mengetahui sebabnya karena mungkin skenario ini yang terbaik untuk saya.

Txs My’God

Tidak ada komentar: